Salut! Bocah Ini Daftar Sekolah Memakai Uang Receh Hasil Menabung
Pendidikan

Salut! Bocah Ini Daftar Sekolah Memakai Uang Receh Hasil Menabung

Secang,(magelang.sorot.co)--Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan Eka Duta Prasetyo (16) untuk selalu menuntut ilmu setinggi langit. Remaja yang tinggal di Perum Gria PBI Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang tersebut tiba-tiba viral di berbagai media sosial karena rela menabung untuk melanjutkan sekolah di MAN 1 Kota Magelang.

Duta, panggilan akrabnya rela menyisihkan uang sakunya sejak dari kelas 6 SD untuk ditabung dan digunakan untuk biaya sekolahnya. Setelah lulus dari MTsN Kota Magelang beberapa waktu lalu, kini remaja yang lahir pada tanggal 1 Juni 2001 tersebut membawa uang koinnya dari hasil ia menabung untuk biaya masuk ke MAN Kota Magelang.

Rencananya uang itu ingin saya gunakan untuk membeli laptop untuk belajar belajar komputer,” ungkap Duta, Rabu (21/6/2017).

Namun karena saran dari ayahnya, anak dari pasangan Agung Prasojo (42) dan Tutik tersebut rela menunda keinginannya untuk membeli laptop. 

Lebih baik buat melanjutkan sekolah dulu, kalau rejeki bisa dicari, nyari uang gampang tapi cari pendidikan susah itu pesan ayah,” ungkapnya.

Remaja yang bercita-cita menjadi hafiz dan pengusaha tersebut selalu menyisihkan uang sakunya antara Rp 5.000 sampai Rp 7.000 setiap hari untuk dimasukan ke dalam kaleng plastik bekas kue yang tidak ditutup rapat dan bisa diambil kapan saja.

Kalau sudah ditabung saya engak pengen ngambil,” paparnya.

Sementara itu, uang tabungannya tersebut juga sering dipinjam neneknya untuk biaya berobat ke rumah sakit karena mengalami sakit gula dan mengalami cidera pada tulang ekornya.

Sudah sejak saya kecil nenek memang sakit-sakitan. Dan terkadang tabungan saya dipinjam oleh nenek untuk berobat ke rumahsakit,” jelasnya.

Anak yang rutin melaksanakan puasa Senin Kamis tersebut mengaku uang hasil bekerja ayahnya menjadi penjaga parkir pun tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Bahkan keluarganya sering juga telat untuk membayar tagihan listrik dan tagihan air rumah kontrakannya tersebut.

Kami rumahnya ngontrak, setahunnya harus membayar Rp 2 juta. Dan tahun ini kami juga harus pindah dari situ karena rumahnya mau dijual oleh pemiliknya,” ucap Duta.