Banyak Ormas Magelang Raya Kecam Tragedi Kemanusiaan di Rohingya
Peristiwa

Banyak Ormas Magelang Raya Kecam Tragedi Kemanusiaan di Rohingya

Mungkid, (magelang.sorot.co)--Ratusan orang yang dari berbagai organisasi dan elemen masyarakat berkumpul di Omah Joglo Mendut, Kamis (7/9/2017) malam. Mereka ini menyampaikan pernyataan sikap bersama lintas iman di Magelang Raya (Kabupaten dan Kota Magelang) terhadap tragedi kemanusiaan di Rohingya Myanmar.

Acara yang terselenggara oleh Jamaah Kopdariyah bertajuk Cinta untuk Rohingya tersebut dihadiri 23 perwakilan organisasi yang ada di Magelang Raya. Adapun perwakilan organisasi tersebut antara lain GP Ansor, PK3 Vikep Kedu, Turn Back Hoax Magelang Raya, Komunitas Save Pahingan, Lesbumi Magelang, Vihara Mendut dan PT.Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.

Selain itu juga hadir PS Pagar Nusa, Pesona Magelang, Ikasuka Magelang, Obor Borobudur, Paguyuban Pedagang Borobudur, Gusdurian, Sangha Theravada, Pemuda Katolik, Pemuda Gereja Kristen, IPNU Cabang Magelang, dan PMII Cabang Magelang.

Dalam kesempatan itu, hadir pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, K.H Muhammad Yusuf Chudlori. Kala itu ia meminta pemerintah Myanmar segera menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingnya.

Kita di sini berkumpul atas nama kemanusiaan. Peristiwa Rohingya bukan saja peristiwa keagamaan. Karena itu, kita kembangkan sikap yang produktif bukan kontra produktif. Borobudur bukan hanya simbol Agama Buddha, tapi sudah dunia sehingga kita wajib untuk melindungi,” kata Muhammad Yusuf Chudlori yang biasa disapa Gus Yusuf itu.

Gus Yusuf juga meminta agar jangan terpancing isu-isu agama. Pihaknya mengajak, untuk mengunakan media sosial secara baik dan benar. 

Mari kita berdoa agar pemerintah Myanmar menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya. Terakhir dari Borobudur mari kita sampaikan pesan kedamaian,” ujarnya.

Sementara itu, Abbet Nugroho dari Lesbumi Magelang menambahkan, kegiatan jamaah Kopdariyah kali ini bertujuan untuk mengabarkan kepada dunia luar bahwa masyarakat Borobudur khususnya dan Magelang pada umumnya berkomitmen menjaga ketertiban serta keamanan di Candi Borobudur.

Mengutuk keras atas tragedi kemanusiaan di Rohingya. Selain itu, mendoakan bersama kepada saudara kita di Myanmar yang diikuti lintas agama yang ada di Magelang, juga melakukan aksi penggalangan dana sebagai wujud cinta kami pada saudara-saudara Rohingya,” kata dia.