Pejuang Kemerdekaan Ini Cuma Tinggal di Sebuah Gubuk Reot
Sosial

Pejuang Kemerdekaan Ini Cuma Tinggal di Sebuah Gubuk Reot

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Nasib seorang veteran kemerdekaan yang satu ini dalam keadaan memprihatinkan. Tohir (89), warga Dusun Pabelan 1, Desa Pabelan, Kecamatan Mungkid, sampai saat ini masih menempati sebuah rumah yang boleh dibilang tidak layak huni.

Sangat miris memang, saat sorot.co berkunjung ke rumah Mbah Tohir. Tak ada sesuatu apapun yang bisa dianggap layak bagi seorang pejuang kemerdekaan.

Saat diwawancarai pun, Tohir juga tampak mengalami kesulitan untuk berkomunikasi. Lelaki itu tinggal di rumah berlantai tanah dan sebagian berdinding anyaman bambu.

Pria kelahiran tahun 1928 ini juga menceritakan pernah menjadi pamong yang menangani administrasi desa. Namun demikian ia juga mengaku bahwa pernah turut melawan penjajah kolonial pada saat terjadi agresi militer belanda tahun 1947.

"Saat itu saya masih berusia 19 tahun pada agresi militer Belanda 1. Saya ikut bergabung dengan tentara dalam menghadang Belanda, yang saat itu ingin menyerbu di wilayah Magelang," ujar Mbah Tohir, Kamis (09/11/2017).

Waktu itu, lanjut dia, keadaan para pejuang kemerdekaan kalah dalam bidang persenjataan. Kondisi ini pada akhirnya memaksa para pejuang untuk melakukan gerilya. Tetapi keadaan tersebut tak lantas menyurutkan semangat para pejuang, ditambah lagi seluruh rakyat juga turut membantu. 

"Ya hanya bermodalkan senjata seadanya saja. Dan yang paling penting adalah semangat juangnya untuk melakukan gerilya," tandas simbah.

Hingga pada saat ini Indonesia telah merdeka selama 72 tahun. Tohir hanya bisa mengenang masa perjuangannya bertaruh jiwa dan raga. Meskipun kini telah merdeka, namun bapak lima putra ini hanya bisa hidup miskin dan memprihatinkan.

"Masih beruntung saya masih ditinggali rumah oleh orang tua. Meskipun atap bocor dan hampir roboh. Selama badan masih sehat, saya tetap bersyukur," ucap dia.

Untungnya, Mbah Tohir hingga saat ini masih ditemani oleh istri beserta cucu yang juga tinggal di sebelah rumahnya. Tiap hari cucunya pun pasti berkunjung untuk menjenguk keadaan simbah yang sudah rentan sakit.

"Setiap hari saya pasti berkunjung untuk melihat keadaan kakek dan membawakan makan. Sebenarnya kami ini juga berharap kepada pemerintah agar lebih bisa memperhatikan nasib veteran," ujar Tri Rahayu (25), salah satu cucu Mbah Tohir.