Kembangkan Souvenir Bernilai Seni dari Limbah Kayu
Budaya

Kembangkan Souvenir Bernilai Seni dari Limbah Kayu

Borobudur,(magelang.sorot.co)--Fendi (32) salah satu warga Kecamatan Borobudur, Magelang kini mencoba mengembangkan seni ukir kayu sebagai salah satu souvenir alternatif. Sebelumnya, ia adalah seorang pembuat souvenir berbahan dasar dari gibs.

Karena tergolong mudah cara pembuatannya, souvenir yang dihasilkan pun mudah ditiru dan banyak diproduksi secara massal di sekitaran obyek wisata Borobudur.

"Resiko membuat souvenir berbahan dasar gips adalah mudah ditiru, karena cara pembuatannya hanya tinggal di cetak ulang. Selain itu, souvenir itu juga sudah menjadi cinderamata yang biasa saja, dengan nilai jual murah," jelasnya, Senin (13/11/2017).

Namun demikian kini Fendi telah beralih untuk memproduksi souvenir ukiran kayu. Souvenir itu memiliki nilai seni yang lebih tinggi dan tidak mudah ditiru. Fendi pun kini telah menjadi salah satu seniman ukir di Candi Pawon Borobudur. 

Fendi mengatakan, tujuan pengembangan souvenir ukiran kayu ini agar dapat memberikan pilihan cinderamata kepada para wisatawan dengan lebih variatif, selain gerabah, gibs, dan kulit.

"Peluang ini saya tangkap dengan menilai minimnya produk souvenir kayu yang ada di Borobudur. Saya cuma pakai limbah potongan kayu, seperti sono keeling dan trembesi," sambungnya.