Bu Menteri : Pernikahan Dini di Jawa Tengah Masih Tinggi
Sosial

Bu Menteri : Pernikahan Dini di Jawa Tengah Masih Tinggi

Magelang Selatan,(magelang.sorot.co)--Dalam rangka mengkampanyekan program Berlian (Bersama Lindungi Anak), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, Yohana Yambise mengatakan bahwa suatu negara dianggap belum maju apabila kaum perempuan dan anak belum berada di garis aman.

"Pada saat saya menghadiri sidang PBB tahun 2015, yang juga dihadiri oleh seluruh kepala negara di dunia, telah menyatakan bahwa satu negara dianggap belum maju dan bebas dari kemiskinan bilamana perempuan dan anak belum berada di garis aman " ujarnya saat memberikan sambutan di Gedung Wiworo Wiji Pinilih dalam acara 'Berlian', Sabtu (02/12/2017) siang.

Menurut Undang - Undang 1945, lanjut Yohana, bahwa kaum laki - laki, kaum perempuan, lansia, anak - anak, dan juga kaum disabilitas mempunyai hak yang sama di negara Indonesia, tanpa diskriminasi dari Sabang sampai Merauke. 

"Sudah saatnya kaum laki - laki juga memberikan peluang bagi kaum perempuan," ungkapnya.

Menurut Yohana, masih banyak terjadi pernikahan dini atau pernikahan dibawah umur. Sedangkan angka kasus pernikahan dini sendiri, tertinggi masih ada di wilayah Jawa tengah.

" Kemarin kami sudah launching stop pernikahan dini dan sekarang ini kami membuka ke publik untuk mendengar apa pendapat publik. Dan kami juga akan melakukan revisi pada undang - undang perkawinan yang menghendaki anak perempuan 16 tahun sudah menikah, dan kita akan angkat menjadi 18 tahun atau di umur 20 tahun," jelasnya.

Yohana mengakui masih banyak terjadi pro dan kontra mengenai launching tersebut. Kendati demikian pihaknya juga akan melakukan revisi mengenai keputusan tersebut.

"Banyak masukan ke saya pro dan kontra, tetapi saya akan melihat apabila pronya banyak, saya akan tetap revisi undang - undang atau membuat Perppu untuk melindungi anak - anak dari pernikahan dini," pungkasnya.