Masuk Kategori Pelanggaran, Stiker Branding Paslon di Angkutan Umum Harus Dilepas
Politik

Masuk Kategori Pelanggaran, Stiker Branding Paslon di Angkutan Umum Harus Dilepas

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Terkait penertiban baliho dan APK, Panwas Kabupaten Magelang meminta agar stiker atau branding yang bergambar paslon pada mobil angkutan umum segera dilepas. Alasannya, angkutan umum merupakan sarana dan prasarana umum, sehingga menutup bagian bodi dengan stiker tersebut merupakan pelanggaran.

Terkait hal tersebut, Panwaskab Magelang telah mengirimkan surat rekomendasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang, Dishub, dan Polres Magelang. Para paslon dan tim suksesnya diminta segera mencopot sendiri stiker ataupun branding mobil angkutan umum tersebut.

Ketua Panawaskab Magelang, Habieb Shaleh, mengatakan, branding angkutan umum melanggar UU Nomor 7 tahun 2017, UU Nomor 10 Tahun 2016, PKPU Nomor 4 Tahun 2017, dan Perbawaslu Nomor 12 Tahun 2017. PKPU Nomor 4 tahun 2017 mengatur bahwa bahan kampanye adalah semua benda atau bentuk lain yang memuat visi, misi, program, paslon, simbol, atau tanda gambar yang disebar untuk tujuan kampanye.

Pada Pasal 23, poster yang boleh disebarkan paslon dan tim sukses maksimal berukuran 40 cm x 60 cm. Adapun sesuai Pasal 26 PKPU Nomor 4 tahun 2017, stiker yang dicetak dan disebarkan maksimal 10 cm x 5 cm.

"Keputusan ini sudah dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) antara Panwaskab Magelang, KPU Kabupaten Magelang, Dishub Kabupaten Magelang, dan Polres Magelang, serta Ketua Panwascam dari 21 kecamatan" papar Habieb, Kamis (08/03/2018).

Sedangkan, Staf Angkutan Dishub Kabupaten Magelang, Bagus Istianto, menjelaskan, pemasangan stiker branding pada mobil angkutan umum juga melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 

"Terutama kaca mobil angkutan umum tidak boleh dipasangi stiker, karena bisa menutup pandangan," ujar Bagus.

Sementara itu, Kordiv Penindakan dan Penanganan Panwaskab Magelang, Fauzan Rofiqun, menambahkan, sejauh ini pihaknya telah mendata tiga mobil angkutan umum, yakni dengan Nopol AA 1393 AB, AA 1040 AA, dan AA 1328 CB.

"Kami akan terus mengumpulkan data di lapangan," pungkas Fauzan.