Perpustakaan Jawara yang Sempat Menumpang Gedung Saat Awal Dirintis
Pendidikan

Perpustakaan Jawara yang Sempat Menumpang Gedung Saat Awal Dirintis

Srumbung,(magelang.sorot.co)--Keberhasilan Perpustakaan Muda Bhakti di Dusun Purwosari, Desa Ngablak, Srumbung, Kabupaten Magelang, tak lepas dari proses yang sangat panjang. Perpustakaan yang berdiri megah dan sempat meraih juara tersebut ternyata sempat menumpang pada gedung karang taruna.

Kasi Perpustakaan Muda Bhakti, Kasihan, mengatakan, perpustakaan tersebut terbentuk pada tahun 2000. Empat tahun kemudian atau tepatnya pada 2004, perpustakaan tersebut berhasil meraih juara 1 pada tingkat Kabupaten Magelang dan meraih juara harapan 2 di tingkat provinsi.

"Perpustakaan tersebut sempat mengalami dua kali pergantian pengurus pada tahun 2004 dan tahun 2016 dan mulai eksis kembali," ujar Kasihan di sela-sela kunjungan oleh Asisten Umum Setda Kabupaten Magelang, Endra Wacana, Senin (12/03/2018) siang.

Perlu diketahui bahwa Perpustakaan Muda Bhakti adalah milik desa. Pada awalnya, perpustakaan ini hanya menumpang pada gedung karang taruna desa setempat. Atas kesepakatan warga setempat perpustakaan ini dibangun pada tahun 2017 pada tanah desa setempat dengan luas 42 meter persegi, dua lantai. 

"Lantai satu kita gunakan untuk perpustakaan dan lantai dua adalah ruang audio visual," terang Kasihan.

Pada awalnya, koleksi buku yang tersedia di perpustakaan tersebut berjumlah 400 buku yang berasal dari banyak sumber, antara lain dari swadaya masyarakat, donasi, dan bantuan dari pemerintah. Namun demikian, pada saat ini perpustakaan tersebut mampu memiliki 1200 buku dengan beraneka macam konten.

"Koleksi buku-buku tersebut juga sempat rusak pada tahun 2010, saat terdampak erupsi Gunung Merapi," terangnya.

Sedangkan Kepala Desa Ngablak, Ahmad Farihin, mengatakan, perpustakaan tersebut juga memiliki program unggulan, yakni membentuk kader baca keluarga.

"Tujuannya para ibu-ibu bisa memberikan pendidikan pada anak-anaknya, dari buku-buku yang tersedia di perpustakaan ini. Selain itu, juga sebagai salah satu upaya untuk mengikis cara mendidik anak dengan menggunakan gadget," ujarnya.

Perlu diketahui bahwa, keberhasilan perpustakaan ini juga tidak lepas dari peran serta Muhadi, seorang guru SD yang pertama kali menjadi pionir didirikannya perpustakaan.

Muhadi mengajak masyarakat secara swadaya untuk mendirikan Perpustakaan Muda Bhakti pada tahun 2000, yang saat ini telah memiliki jumlah pengunjung sebanyak 70 orang dalam satu hari.

Hingga saat ini, lanjut Ahmad, sudah tercatat ada 15 kader baca keluarga yang aktif, yang terdiri dari para ibu-ibu rumah tangga yang memiliki anak kecil.