Jebol Diterjang Erupsi Merapi, Bendungan Irigasi Ingas Dijanjikan Selesai Tahun Depan
Peristiwa

Jebol Diterjang Erupsi Merapi, Bendungan Irigasi Ingas Dijanjikan Selesai Tahun Depan

Ngluwar,(magelang.sorot.co)--Terkait jebolnya bendungan irigasi Ingas di Desa Pakunden, Kecamatan Ngluwar, Magelang, pada tahun 2010 lalu akibat diterjang erupsi Gunung Merapi, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah berjanji akan membangun kembali bendungan tersebut untuk kebutuhan pertanian masyarakat di Desa Pakunden.

Camat Ngluwar, Kunta Hendradata, dalam laporannya mengatakan, permasalahan yang dihadapi oleh Desa Pakunden dan Desa Bligo selama ini adalah masalah pengairan pada persawahan.

"Sebagian besar di daerah ini masyarakatnya bercocok tanam, yaitu menanam padi dan sebagian lagi menanam palawija. Maka dari itu kebutuhan air di tempat ini sangat mutlak dan vital" ujar Kunta, di sela kunjungan Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah yang didampingi oleh Pjs Bupati Magelang di Desa Pakunden, Rabu (11/4/2018).

Kendati demikian, kata Kunta, ada permasalahan yaitu bendungan yang seharusnya bisa menampung air, tetapi terdampak erupsi Merapi pada tahun 2010 yang mengakibatkan bendung tersebut jebol. 

"Sehingga pada akhirnya air tidak bisa mengalir ke Desa Pakunden dan Desa Bligo. Di Desa Pakunden sendiri terdapat hamparan sawah seluas 70 hektare, sedangkan di Desa Bligo terdapat hamparan sawah seluas 90 hektare," jelas Kunta.

Meskipun ada beberapa sumur yang dibuat oleh para petani, tetapi tetap tidak dapat mencukupi kebutuhan air bagi para petani di Desa Pakunden dan Bligo.

Sedangkan Pjs Bupati Magelang, Tavip Supriyanto, mengatakan bahwa, sebetulnya pembangunan bendungan tersebut sudah di usulkan sejak lama. Namun demikian, anggaran yang ada di Kabupaten sangat terbatas.

"Maka dari itu, kami anggarkan melalui pemerintah provinsi supaya pembangunan bendungan tersebut dapat terealisasi pada tahun 2019," ujar Tavip.

Mudah-mudahan, lanjut Tavip, Desa Pakunden dan Bligo ini dapat teraliri sawahnya, sehingga masyarakat yang mengalami kesulitan air ini dapat teratasi dan kesejahteraan masyarakat pun dapat meningkat.

"Jadi jangan sampai masyarakat mengalami kekeringan yang berkepanjangan," kata Tavip.

Sedangkan Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Rukma Setyabudi, dalam kesempatan yang sama, mengatakan bahwa, potensi pertanian di Desa Pakunden dan Bligo tersebut cukup besar, sehingga perlu diperhatikan.

"Pak Bupati sudah membuat proposal, dan sudah lengkap ada tanda tangan dan perencanaan anggarannya. Dan anggarannya mencapai Rp 1,8 miliar, dan saya sanggupi, semoga tahun 2019 sudah terealisasi. Semoga masyarakat juga dapat merasakan dampaknya, dan kesejahteraan dapat meningkat," pungkas Rukma.