Wow, Pembangunan Jalan Kawasan Borobudur Akan Menggunakan Sampah Anorganik
Ekonomi

Wow, Pembangunan Jalan Kawasan Borobudur Akan Menggunakan Sampah Anorganik

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang mengaku telah menerima surat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jendral Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, untuk melaksanakan program rencana uji coba penerapan aspal plastik. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, Tri Agung, Senin (23/04/2018).

"Program tersebut sebenarnya dalam rangka untuk pengurangan sampah anorganik yang tidak bisa didaur ulang atau dilakukan pembakaran, karena sampai sekarang ini kita masih belum memiliki teknologi pembakaran tersebut," ujar Tri saat dikonfirmasi di kantor DLH Kabupaten Magelang.

Untuk mengurangi masalah sampah tersebut, lanjut Tri, sebenarnya kita telah melakukan upaya dengan membuat bank-bank sampah yang ada di masyarakat. 

"Dalam bank sampah ini, kita akan memilah mana yang sampah organik dan mana yang sampah non organik. Untuk sampah organik sendiri, kita masih bisa olah menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai fungsi lebih. Sedangkan untuk sampah anorganik, 25 persennya kita bisa olah menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual, sedangkan 5 persennya lagi adalah sampah anorganik yang benar-benar tidak bisa diolah kembali, dan inilah yang menjadi masalah kita" papar Tri.

Perlu diketahui bahwa jumlah sampah rumah tangga yang dihasilkan tiap harinya untuk di wilayah Kabupaten Magelang sebesar 600 ton tiap hari.

"Sampah tersebut terdiri dari 70 persen sampah organik, 25 sampah anorganik yang bisa di olah kembali, dan 5 persen sampah anorganik yang tidak bisa diolah kembali, seperti kantong plastik" terang Tri.

Tri, menjelaskan bahwa, program kementerian lingkungan hidup tersebut berkaitan dengan mengatasi sampah anorganik yang tidak dapat di olah kembali.

"Jadi kita baru saja menerima surat tersebut dan menunggu kelanjutan dari program tersebut. Kita masih belum tahu seperti apa program yang akan diterapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup itu. Dari yang tertulis pada surat tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup akan mencoba penerapan aspal plastik. Tapi kita belum tahu seperti apa prosesnya" terang Tri.

Dari data yang telah dihimpun, nantinya Kementerian LH akan menerapkan pengaspalan plastik sepanjang 5 Km di Magelang, lebih tepatnya di kawasan Borobudur.

"Tertulis bahwa pengaspalan plastik ini sepanjang 5 Km dan membutuhkan plastik sebanyak 15 ton. Tapi kami masih belum tahu apakah kami harus menyediakan 15 ton plastik tersebut atau bagaimana. Kami masih menunggu koordinasi lebih lanjut terkarit surat edaran dari Kementerian Lingkungan Hidup tersebut" pungkas Tri.