Polisi Endus Dugaan Penyelewengan ADD Desa Banyuwangi
Hukum & Kriminal

Polisi Endus Dugaan Penyelewengan ADD Desa Banyuwangi

Magelang Tengah,(magelang.sorot.co)--Terindikasi ada korupsi anggaran dalam pembangunan salah satu jembatan di Desa Banyu Wangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, beberapa saksi telah diperiksa oleh jajaran Polres Magelang Kota. Proses penanganan pembangunan yang menggunakan anggaran dana desa (ADD) tersebut telah dilaksanakan sejak April 2018 kemarin.

"Kami saat ini memang sedang menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi di Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, dan proses yang kami lakukan saat ini barulah sampai proses penyidikan," ungkap Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Rinto Sutopo, Sabtu (05/05/2018).

Dirinya sampai saat ini juga masih belum bisa merinci potensi kerugian negara dari kasus korupsi yang ditanganinya tersebut. 

"Kami belum tahu kerugiannya berapa karena masih dalam proses penyidikan, namun untuk anggaran pembangunannya sendiri sekitar Rp 190 juta," jelasnya.

Anggaran sebesar Rp 190 juta tersebut hanyalah digunakan untuk membangun pondasi jembatan saja, sebab pembangunan jembatan dilakukan secara bertahap.

"Penanganan kasus tersebut merupakan hasil informasi yang kami dapat dan segera kami lakukan penyelidikan," ucapnya.

Rinto juga mengungkapkan bahwa telah ada banyak saksi yang dipanggil oleh pihaknya untuk dimintai keterangan.

"Sejak bulan April lalu sudah banyak saksi yang diperiksa, sudah lebih dari enam saksi yang kami periksa karena setiap hari selalu ada yang kami periksa," paparnya.

Proses kasus tersebut dirasa masih memerlukan waktu yang cukup lama karena harus melibatkan saksi-saksi yang berhubungan dengan pembangunan, saksi ahli serta masih menunggu rekomendasi kerugian negara dari BPKP.

"Siapapun yang terkait dan mengetahui tentang pembangunan tersebut maka tetap kita periksa," tegasnya.