Trotoar di Kota Magelang Menyesatkan Difabel
Sosial

Trotoar di Kota Magelang Menyesatkan Difabel

Magelang Selatan,(magelang.sorot.co)--Menjadi orang yang berkebutuhan khusus tentu bukan menjadi pilihan para difabel yang ada di Kota Magelang. Namun kendati demikian mendapatkan perlindungan, mendapatkan pelayanan umum yang baik merupakan hak bagi para Defabel utamanya para penyandang tunanetra di Kota Magelang.

Justru beberapa fasilitas umum di Kota Magelang sering kali kurang berpihak kepada para penyandang tunanetra.

"Saya kalau berjalan di Pecinan tetap harus pakai tongkat, karena kalau tidak ya bisa nabrak tiang telepon atau pot bunga," ungkap Muhtadim, salah satu tuna netra asal Kajoran, Kabupaten Magelang, Selasa (8/5/2018).

Pria yang bekerja di Panti Pijat Enggal Waras, Kelurahan Tidar Selatan itu mengaku masih harus menggunakan alat bantu berupa tongkat, untuk berjalan di jalur difabel. Jalur ini memang dibuat dengan keramik bertekstur warna kuning dan dikhususkan untuk para difabel. 

"Tidak bisa hanya mengandalkan jalan untuk tunanetra saja, kalau hanya mengandalkan jalan bisa nabrak tiang," ujarnya.

Kondisi serupa juga terdapat di trotoar depan Kantor Sekertariat Daerah Kota Magelang yang tidak pada para difabel yang ingin berkunjung ke kantor DPRD Kota Magelang dan Sekertariat Kota Magelang. Karena kondisi trotoar yang terhalang oleh pohon dan tiang, sedangkan sebelah selatan trotoar ialah jalan raya dan sebelah utara terdapat selokan maka para tunanetra pun tidak dapat mengakses trotoar tersebut. Tak hanya para difabel, masyarakat normal pun akan kesulitan trotoar tersebut.

Partini, salah seorang warga yang menderita low vision mengaku lebih memilih untuk tidak melalui jalur disabilitas saat berkunjung ke Kantor Setda Kota Magelang.

"Lebih baik saya cari jalan lain, karena kalau lewat jalur tunanetra di depan Pemkot justru akan nabrak pohon atau masuk ke dalam got," jelasnya.

Masalah trotoar tersebut juga sempat viral di media sosial. Pasalnya jalur kuning dan bertekstur yang seharusnya digunakan untuk kaum difabel justru menyesatkan. Jalur yang disediakan mengarah pada pohon dan tiang listrik sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh para kaum difabel.