Empat Penyandang Disabilitas Ikut Tes Masuk Perguruan Tinggi
Pendidikan

Empat Penyandang Disabilitas Ikut Tes Masuk Perguruan Tinggi

Magelang Tengah,(magelang.sorot.co)--Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang, yang dimana setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, termasuk oleh masyarakat berkebutuhan khusus. Hal itulah yang dikejar oleh empat calon mahasiswa baru yang mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri (SBMPTN) tahun 2018 diselenggarakan serentak pada Selasa, (8/5/2018).

Sedikitnya ada 4 calon mahasiswa berkebutuhan khusus yang mengikuti tes SBMPTN di Sub Panitia Lokasi (Panlok) Magelang.

"Setiap warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan utamanya para Difabel," ungkap Rektor Universitas Tidar, Cahyo Yusuf saat melakukan Monef di SMAN 2 Magelang.

Keempat calon mahasiswa yang difabel tersebut terdiri calon mahasiswa yang mengalami tunanetra, tunadaksa dan tunarungu. 

"Kalau tuna netra maka kita bantu dengan cara kita bacakan soalnya, namun ada juga yang tidak mau dibantu karena masih sanggup dan bisa mengerjakan sendiri," paparnya.

Sedikitnya ada 4798 calon mahasiswa yang mengikuti tes SBMPTN di Sub Panitia Lokasi (Panlok) Magelang.

"Jumlah yang mengikuti tes SBMPTN kali ini meningkat 68 persen dibandingkan tahun kemarin, untuk tahun kemarin hanya 2.853 anak yang mengikuti tes," jelasnya.

Untuk ke empat mahasiswa Difabel tersebut tiga diantaranya lebih memilih Jurusan Soshum (Sosial Humaniora), sedangkan satu lainnya memilih Jurusan Pendidikan.

"Semua soal sama, tidak ada yang beda, isinya juga sama," ucap Cahyo.