Pemkab Magelang Mulai Jalani Aturan 5 Hari Kerja
Pemerintahan

Pemkab Magelang Mulai Jalani Aturan 5 Hari Kerja

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Magelang akan segera menerapkan kebijakan baru terkait jumlah jam kerja di wilayahnya. Mulai Senin (14/5/2018), para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Magelang akan menjalankan aturan jam kerja baru, yakni 5 hari kerja, dari yang sebelumnya 6 hari kerja.

Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Magelang, Edi Wasono, menjelaskan, hal tersebut terkait oleh Surat Edaran Bupati Magelang Nomor 064/205/01.06/2017 tentang uji coba penerapan lima hari kerja di lingkungan Pemkab Magelang.

"Hal tersebut dalam rangka meningkatkan kinerja dan produktivitas ASN serta efektivitas dan efisiensi sumber daya kantor" terang Edi.

Adapun jumlah jam kerja efektif dalam satu minggu, lanjut Edi, secara akumulatif adalah 37,5 jam di tambah 1 jam untuk berolah raga. Namun demikian, pelaksanaan 5 hari kerja tersebut dikecualikan bagi SKPD yang sifatnya pelayanan masyarakat, seperti RSUD, Puskesmas, laboratorium kesehatan, dan lembaga-lembaga pendidikan. 

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan seperti biasa" terang Edi.

Menurut Edi, dengan diterapkannya 5 hari kerja ini, maka jam pelayanan kepada masyarakat dapat lebih efektif, yakni mulai hari Senin-Kamis pada jam 07.00-15.30 WIB, sementara pada hari Jumat jam kantor efektif pada pukul 07.00-14.30 WIB.

Sedangkan, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Magelang, Endra Wacana mengungkapkan, penerapan 5 hari kerja tersebut, merupakan momen yang tepat.

"Sebenarnya di Jawa Tengah sendiri tinggal 2 atau 3 daerah yang masih menerapkan 6 hari kerja. Hal tersebut lah yang menyebabkan instansi vertikal tidak bisa ikut apabila ada kegiatan pada hari Sabtu" ujar Endra.

Endra mengatakan, penerapan 5 hari kerja akan mulai diujikan pada 14 Mei 2018 selama 6 bulan, dan setelahnya akan dilakukan evaluasi. Selain itu, akan disebarkan kuesioner untuk mengetahui apakah aturan baru tersebut efektif.

"Dengan diterapkannya 5 hari kerja itu bukan berarti mengurangi atau mengganggu pelayanan, justru 5 hari kerja itu untuk memaksimalkan pelayanan, itu poinnya" pungkas Endra.