Kampung KB Kembali Dicanangkan di Ngeren
Sosial

Kampung KB Kembali Dicanangkan di Ngeren

Tegalrejo,(magelang.sorot.co)-- Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk Perlindungan Perempuan dan Anak, mencanangkan Kampung KB di Dusun Ngeren, Desa Mangunrejo, Kecamatan Tegalrejo, Magelang, Sabtu (12/5/2018).

Kepala Desa Mangunrejo, Abdul Rohman, dalam laporannya menyebutkan, di Dusun Ngeren sendiri terdiri dari 4 Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah penduduk 323 jiwa yang terdiri dari penduduk laki-laki 159 jiwa dan 164 jiwa penduduk perempuan.

"Terkait dengan program Kampung KB tersebut, di Dusun Ngeren terdapat 61 orang yang masuk dalam kategori pasangan subur. Namun demikian, kepesertaan KB di Dusun ini masih di ikuti oleh 40 orang atau sebanyak 65,7 persen dari jumlah penduduk di Dusun Ngeren" terang Rohman dalam laporannya saat acara pencanangan kampung KB di Dusun Ngeren.

Sedangkan pencapaian di tingkat desa saat ini, ungkap Rohman, telah mencapai 275 orang atau 79,25 persen yang sudah mengikuti program KB. 

Sedangkan Pjs Bupati Magelang, Tavip Supriyanto, dalam sambutannya mengapresiasi seluruh warga di Dusun Ngeren atas dicanangkannya kampung KB di wilayah tersebut.

"Saya sangat mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan oleh seluruh warga di Dusun Ngeren, atas dicanangkannya sebagai kampung KB. Mudah-mudahan kampung KB di Dusun Ngeren ini bisa menjadi contoh kampung KB di Jawa Tengah, tidak hanya di Magelang saja" ungkap Tavip.

Tavip juga meminta nantinya tidak hanya Dinas Sosial saja, melainkan seluruh SKPD terkait juga ikut mendampingi kampung KB ini.

"Selain itu, tadi disampaikan oleh Pak Rohman, bahwa di Dusun Ngeren ini juga minta didampingi mengenai bank sampah. Nanti kita akan bangun terus bank-bank sampah agar masyarakat dapat memanfaatkan sampah organik dan anorganik untuk dikelola dengan baik" terang Tavip.

Terkait kampung KB tersebut, menurut Tavip, bahwa di wilayah Kabupaten Magelang tingkat kematian ibu melahirkan masih sangat tinggi. Masyarakat khususnya yang usia subur masih banyak yang belum paham dan mengerti terkait program Keluarga Berencana.

"Kampung KB inilah salah satu upaya pemerintah dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Bagaimana kita memberikan proses didalam masyarakat untuk mengatur ataupun merencanakan dalam berkeluarga, baik itu mengatur angka kelahiran, baik untuk mensejahterakan masyarakat melalui kelompok-kelompok ekonomi masyarakat desa" pungkas Tavip.