Dirjen Perhubungan Ajak Warga Bikin Lampu Penerangan Jalan
Ekonomi

Dirjen Perhubungan Ajak Warga Bikin Lampu Penerangan Jalan

Ngablak,(magelang.sorot.co)-- Untuk mensejahterakan masyarakat khususnya di wilayah pedesaan, pemerintah pusat melalui Dirjen Perhubungan Darat melaksanakan program padat karya tunai di Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.

"Padat karya ini tidak lain untuk memberikan pekerjaan kepada masyarakat di Desa Pandean. Program padat karya ini nantinya akan melibatkan masyarakat, yang kita fasilitasi terutama bagi warga yang kurang mampu. Jadi nanti warga yang kurang mampu kita berikan pekerjaan untuk mendirikan lampu-lampu penerangan jalan (PJU) di lokasi wisata Gunung Telomoyo di Desa Pandean ini"  papar Pjs Bupati Magelang, Tavip Supriyanto, di sela-sela kegiatan padat karya di halaman parkir tempat wisata Gunung Telomoyo, Desa Pandean, Senin (14/5/2018).

Sedangkan, Dirjen Perhubungan Darat RI, Budi Setiyadi, dalam sambutannya mengatakan, penekanan dari pemerintah yang tidak lain adalah Presiden melalui Menteri Perhubungan, adalah melaksanakan program padat karya bersama masyarakat. 

"Selain pemerintah ingin meningkatkan kualitas pada aspek keselamatan jalan berupa pemasangan lampu PJU dan lampu Joss, pemerintah juga memperhatikan aspek pendidikan dan kesejahteraan kepada masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan" ujar Budi.

Indonesia ini, kata Budi, merupakan negara yang cukup tinggi angka kecelakaannya. Pemerintah punya kepentingan dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk bagaimana menurunkan angka kecelakaan. Salah satu misi yang dilakukan oleh kementerian perhubungan adalah dengan memberikan fasilitas berupa lampu penerangan jalan.

"Untuk program padat karya di Jawa Tengah, terutama di wilayah Kabupaten Magelang ini totalnya sudah ada 111. Untuk program padat karya ini sebetulnya menyesuakian dengan UMR di masing-masing wilayah, tetapi biasanya perorang mendapatkan Rp 91 ribu per harinya. Jadi biasanya untuk pemasangan satu PJU itu selama 5 hari, berarti satu orang akan mendapatkan kurang lebih Rp 500 ribu" terang Budi.

Namun demikian, tambah Budi, sering terdapat kendala setelah lampu-lampu PJU tersebut terpasang, beberapa diantaranya adalah sering hilangnya lampu PJU di wilayah-wilayah jalan yang sepi.

"Jadi sekarang ini kami telah meminta agar aset-aset tersebut untuk dititipkan kepada pemerintah daerah setempat, terutama untuk pemerintah desa agar bisa diamankan" tambah Budi.

Perlu diketahui bahwa untuk di Desa Pandean sendiri nantinya akan diberikan lampu penerangan jalan (PJU) sejumlah 15, dengan anggaran satu lampu PJU sejumlah Rp 50.000.000.