Kemenhub Rancang Peraturan Kuota dan Tarif Transportasi Online
Ekonomi

Kemenhub Rancang Peraturan Kuota dan Tarif Transportasi Online

Ngablak,(magelang.sorot.co)-- Dirjen Perhubungan Darat RI, Budi Setiyadi menyebutkan bila Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 108 Tahun 2017 tentang angkutan masih berlaku. Aturan tentang kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek yang di dalamnya menyelenggarakan angkutan sewa khusus atau angkutan online juga masih diterapkan.

"PM 108 Tahun 2017 sudah firm dan itu masih berlaku, karena PM 108 itu refrensinya adalah turunan dari Undang-Undang 22, dan tidak ada persoalan di situ" ujar Budi saat dikonfirmasi, Senin (14/5/2018).

Sekarang ini, sambung Budi, yang sedang dilakukan adalah rencana untuk merancang peraturan Dirjen, dan ada beberapa isu yang akan disampaikan, diantaranya adalah masalah kuota, tarif, dan rekrutmen pengemudi. 

"Isu-isu itu sedang kita angkat kembali dan sedang kita buatkan peraturan dirjennya" terang Budi.

Menurut Budi, peraturan dirjen tersebut cukup penting untuk mengakomodir dan merespon yang terkarit disitu supaya resistensi dapat berkurang.

"Walaupun saya tahu, bahwa namanya sebuah peraturan ada yang setuju ada yang tidak" kata Budi.

Sedangkan ditanya mengenai persiapan mudik tahun 2018, Budi mengatakan telah berjalan 80 persen.

"Rapat terakhir saya dengan Korlantas, PUPR, Bina Marga, dan Jasa Marga kesiapan kita telah mencapai angka 80 persen. Tinggal yang terakhir saya akan melakukan management traffic-nya untuk beberapa titik yang sedang kita perhatikan, misalnya Jakarta-Cikampek, Bandung-Nagreg, Mengkreng-Jombang, dan Brebes-Pemalang" terang Budi.

Budi mengatakan, ada beberapa jalan tol yang masih fungsional dalam tahapan akhir. Sedangkan jalan tol di wilayah Jawa Tengah sendiri yang belum jadi antara lain Pemalang-Semarang, Salatiga-Nganjuk, namun demikian jalan tersebut tetap bisa difungsikan.

"Jalan-jalan fungsional inilah yang sedang kita perhatikan. Dan kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak semuanya menggunakan jalan tol fungsional ini, karena ditakutkan akan mengalami kepadatan kendaraan. Karena jalan jalan arteri atau jalan nasional kita pun sudah cukup bagus untuk dilewati" pungkas Budi.