19 Pasangan Mesum Diciduk Petugas, Sepasang Diduga Oknum PNS
Hukum & Kriminal

19 Pasangan Mesum Diciduk Petugas, Sepasang Diduga Oknum PNS

Borobudur,(magelang.sorot.co)--Guna menciptakan situasi aman dan kondusif menjelang bulan Ramadhan, petugas Polsek Borobudur menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di sejumlah hotel kelas melati di kawasan Borobudur, Magelang, Selasa (15/5/2018). Dari hasil operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 19 pasangan bukan suami isteri, 1 pasangan diantaranya diduga merupakan oknum PNS.

Kapolsek Borobudur, AKP Didik Sulaiman, dalam keterangannya mengatakan, razia tersebut merupakan bagian untuk menciptakan suasana aman dan kondusif. Pihaknya juga meminimalisir penyakit masyarakat (Pekat) di kawasan Borobudur, dalam rangka menjelang bulan suci Ramadhan 1439 H tahun 2018.

"Sasaran utama kami adalah miras, narkoba, sajam, asusila dan penyakit masyarakat lainnya yang dapat meresahkan masyarakat" terang Didik dalam rilisnya, Rabu (16/5/2018).

Razia tersebut, lanjut Didik, dilakukan di dua hotel yang berada di kawasan Borobudur, yakni hotel FM dan hotel BS. Petugas mendapati belasan pasangan bukan suami isteri sedang berada di dalam kamar hotel. 

"19 pasangan bukan suami isteri ini mayoritas sudah berumur dan sudah berkeluarga. Namun demikian, dari 19 pasangan tersebut, satu pasangan diantaranya di duga oknum PNS" jelas Didik.

Sebanyak 19 pasangan bukan suami isteri tersebut antara lain, MK (43), warga Secang dan FM (48) warga Bandongan, TU (25) asal Kota Magelang dan EE (27) warga Tempuran, KS (21) dan MG (19) warga Kaliangkrik, IW (32) dan M (32) warga Purworejo, dan WD (53) warga Muntilan dan I (49) warga Salaman. Kemudian S (49) dan SM (47) warga Borobudur, MA (36) dan RS (34) warga Purworejo, J (36) warga Borobudur dan F (33) warga Mungkid, M (32) dan AE (28) warga Temanggung, S (53) dan I (49) warga Srumbung, KA (42) asal Tempuran dan DP (28) asal Salaman.

Selanjutnya yang diamankan yakni S (39) warga Salatiga dan AF (36) warga Borobudur, S (30) dan AS (30) warga Tempuran, S (36) warga Klaten dan S (36) warga Muntilan, AS (45) dan MJ (33) warga Tempuran, S (36) warga Borobudur dan ST (36) warga Tempuran, MK (43) dan F (48) warga Secang, dan SS (22) dan HI (20) warga Kajoran. Adapula S (52) warga Dukun dan A (35) warga Sawangan, oknum PNS yang ikut terciduk.

" Setelah kita amankan, lalu mereka kita bawa ke Polsek Borobudur untuk dilakukan proses pendataan dan pembinaan. Mereka kita suruh untuk membuat pernyataan secara tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi" pungkas Didik.