Nasib Suram Nasabah Koperasi, Gagal Cairkan Uang Lebaran
Peristiwa

Nasib Suram Nasabah Koperasi, Gagal Cairkan Uang Lebaran

Magelang Selatan,(magelang.sorot.co)--Puluhan warga diduga tertipu oleh investasi bodong oleh Koperasi Mari Menabung yang berkantor di Kampung Kiringan RT 1 RW 2 Tidar Utara. Banyak nasabah yang berbondong-bondong ingin mencairkan tabungannya guna persiapan merayakan Hari Raya Idul Fitri berakhir suram.

Yati (40), salah satu nasabah Mari Menabung mengaku hendak melakukan pencairan terhadap uang 40 nasabahnya senilai Rp 35 juta yang disimpan di Mari Menabung. Bukan uang mereka yang didapat justru pemilik kantor Mari Menabung sekaligus rumah Novita Ardhiati terkesan melarikan diri.

"Kesepakatannya mau dicairkan hari ini, namun saya kesini sejak tadi pagi hingga sore ini, Mbak Novita tidak ada di rumah. Sudah saya telpon, dan sms tapi tidak ada balasan," ungkapnya, Jumat (09/06/2018).

Dirinya mengaku baru bergabung dan tertarik menjadi pengumpul uang nasabah baru setahun yang lalu karena dijanjikan keuntungan 10 persen jika berhasil merekrut nasabah.

"Saya percaya karena Kantor Mari Menabung katanya sudah berdiri empat tahun dan lancar-lancar dan saya tertarik untuk ikut menabung dan merekrut nasabah,"paparnya.

Nasabah lainnya, Waginem (58), yang satu kampung dengan Novita juga mengaku ikut tertipu dengan ulah tetangganya tersebut.

"Saya sudah menabung selama tiga tahun sebesar Rp 16 juta. Dan rencananya juga mau saya gunakan untuk persiapan Lebaran. Selain itu disitu juga ada uang saudara saya yang dititipkan ke saya," paparnya.

Dirinya juga tidak menyangka bahwa yang bersangkutan tega menipu tetangganya sendiri dan seolah tidak ada niat baik untuk menemuinya.

"Saat saya kesini justru sudah banyak warga yang tidak bisa mencairkan, Mbak Novita juga malah tidak ada di rumah," paparnya.

Masalah tersebut juga sempat dilaporkan kepada pihak yang berwajib, namun laporan tersebut belum dapat ditindaklanjuti polisi dikarenakan bukti buku tabungan dan perjanjian tidak dilampirkan.

"Ya bagaimana mau melampirkan, buku tabungan dan sebagainya diminta oleh Novita beberapa waktu yang lalu, dengan alasan untuk persiapan pencairan," ucap Mimin (35), warga Santan RT 01/04, Wonokromo Sumberejo, Kecamatan Mertoyudan yang juga ikut tertipu oleh investasi bodong tersebut.