Hati-hati Parsel Politik, Bawaslu Awasi Uang yang Berkedok Sedekah
Politik

Hati-hati Parsel Politik, Bawaslu Awasi Uang yang Berkedok Sedekah

Mungkid,(magelang.sorot.co)-- Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Tengah, sedang melakukan pengawasan terkait paslon yang membagi-bagikan parsel saat maju dalam proses Pilkada 2018. Pasalnya, parsel tersebut dikawatirkan memiliki kepentingan politik.

"Di bulan Ramadhan ini, kita sudah mengantisipasi sejak awal terkait acara bagi-bagi parsel atau bingkisan oleh para paslon, karena hal ini diduga memiliki kepentingan politik paslon di dalamnya. Itu sangat tidak dibenarkan" ujar Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Fajar Saka, Minggu (10/6/2018).

Dikawatirkan, lanjut Fajar, bagi-bagi parsel ini akan memuat kampanye atau kepentingan politik bagi paslon yang maju pada Pilkada 2018. Dikhawatirkan, apabila dibuka, parsel berisi gambar paslon tertentu yang berisi ajakan untuk memilih partai tersebut. 

Sebetulnya, pihaknya mengatakan tidak pernah melarang paslon untuk membagikan parsel ataupun takjil pada saat Ramadan dan lebaran. Namun demikian, hal tersebut juga harus dengan tujuan yang benar-benar murni untuk kegiatan sosial saja.

Namun demikian, apabila nantinya ditemukan ada kepentingan politik dalam acara bagi-bagi parsel tersebut, maka pihaknya akan segera melakukan penindakan secara tegas. Menurutnya, parsel politik tersebut sama dengan politik uang yang selama ini dilarang.

"Kita harap kegiatan ibadah ini tidak ditunggangi kepentingan-kepentingan lain. Silakan saja bersedekah dengan murni untuk bersosial," kata Fajar.

Pengawasan ketat terkait bagi-bagi parsel politik ini telah dilakukan oleh Bawaslu Jawa Tengah, sesuai dengan surat edaran Bawaslu nomor 0797 tanggal 11 Mei 2018. Adapun surat edaran tersebut berisi tentang pelaksanaan larangan kampanye pada pemilihan Gubernur, Bupati, atau walikota terkait Idul Fitri 1439 H.

"Namun demikian, ada beberapa yang telah kami proses, tapi belum terbukti karena pelakunya masih individu, tidak paslon atau parpol" ujar Fajar.

Sedangkan, Ketua Panwaskab Magelang, Habieb Shaleh mengimbau kepada masyarakat untuk tetap bersikap bijak dalam menerima parsel dari paslon, apabila menemukan kepentingan politik di dalamnya.

"Momen lebaran dan puasa ini biasanya sering digunakan oleh paslon untuk berkampanye, salah satunya dengan bagi-bagi parsel tersebut. Kita harap masyarakat bisa tetap bijaksana ataupun menolak apabila menerima parsel yang di dalamnya bermuatan politik" pungkas Habieb.