Sempat Kucing-kucingan, Satpol PP Temukan 9 Botol Miras di Karaoke
Hukum & Kriminal

Sempat Kucing-kucingan, Satpol PP Temukan 9 Botol Miras di Karaoke

Magelang Selatan,(magelang.sorot.co)--Sempat kucing-kucingan dalam gelar operasi penyakit masyarakat (masyarakat) yang digelar oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Sabtu (9/6/2018) malam, petugas menemukan 9 botol miras di salah satu karaoke di Kota Magelang. Dengan barang bukti temuan tersebut Satpol PP mengaku akan melakukan pemanggilan terhadap manajemen karaoke sebagai tindak lanjut.

"Penanggung jawab karaoke akan kami panggil dan kami buatkan surat tertulis. Sebab saat kami introgasi mereka tidak kooperatif juga," ungkap Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana, Minggu (10/6/2018).

Pemanggilan tersebut memiliki tujuan untuk meminta keterangan kepada pihak pengelola seputar keberadaan miras berbagai merk yang ditemukan saat razia. Selain itu pihaknya juga mengaku sempat kucing-kucingan saat menggelar operasi di karaoke tersebut. Pasalnya saat anggotanya sampai di TKP, ada salah satu karyawan yang lari ke lantai atas dan diindikasi memberi informasi kepada para konsumen yang berada di atas.

"Ternyata betul, ketika kita masuk karaoke, para konsumen pada berduyun keluar dan kami tahan mereka untuk kami periksa. Dari hasil pemeriksaan kami berhasil menemukan 9 botol minuman keras," paparnya.

Hal tersebut merupakan bagian upaya dari penegakan Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang ketertiban umum (Tibum) dan Perda Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pengendalian, Pengawasan, Pembinaan Terhadap Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.

"Jika hubungannya dengan miras, maka kami tidak akan main-main untuk terus mengejarnya. Jika memang tetap ada yang memasarkan atau mengijinkan minuman keras masuk dalam tempatnya maka akan kami lakukan tindakan, meski kami tidak memiliki wewenang secara langsung," jelasnya.

Pihaknya mengaku akan memberikan rekomendasi evaluasi izin kepada instansi terkait perihal perizinan tempat karaoke tersebut sebab mereka telah melanggar hukum.

"Kalau pelanggarannya sudah cukup berat maka akan kami ajukan usulan agar OPD terkait untuk memberikan tindakan tegas berupa pencabutan izin operasi," tegasnya.