Lakukan Verifikasi, Sekolah Temukan Calon Siswa Berkecukupan Pakai SKTM
Pendidikan

Lakukan Verifikasi, Sekolah Temukan Calon Siswa Berkecukupan Pakai SKTM

Magelang Tengah,(magelang.sorot.co)--Melakukan verifikasi terhadap calon siswa baru yang menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), pihak sekolah menemukan SKTM palsu. Verifikasi yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan menerjunkan tim verikator ke rumah-rumah pemilik SKTM tersebut berhasil membongkar penyalahgunaan SKTM oleh para oknum masyarakat.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 1 Magelang yang menemukan ada 6 calon siswa yang tidak layak menggunakan SKTM dari 19 calon siswa yang mendaftar di SMAN 1 Magelang dengan menggunakan SKTM.

"Setelah kami survei ternyata 6 calon siswa ini memiliki rumah yang cukup bagus dan terhitung mewah serta memiliki penghasilan yang cukup," ungkap Wakil Kepala Urusan Kurikulum SMAN 1 Magelang Sumarsono, Jumat (06/07/2018).

Dirinya juga mengaku telah menerjunkan tim verifikator yang berjumlah 11 orang guru untuk meelakukan verifikasi dengan kriteria verifikasi yang menggunakan kriteria miskin sesuai standar dari Badan Pusat Statistik (BPS).

"Kalau tidak salah ada 14 kriteria miskin. Namun kami fleksibel melihat dari tinjauan lapangan. Karena verifikasi kami komprehensif atau menyeluruh," ucapnya.

Verifikasi SKTM tersebut rencananya akan dilakukan hingga pengumuman diterima-tidaknya calon siswa pada 11 Juli mendatang.

"Tim juga sudah langsung kami terjunkan ke rumah-rumah calon siswa baik yang berada di Kota Magelang maupun Kabupaten Magelang," imbuhnya.

Selain SMAN 1 Magelang, SMAN 2 Magelang juga menemukan calon siswa yang menggunakan SKTM palsu untuk bisa lolos dalam PBDB.

"Tim kami juga menemukan empat calon siswa yang menggunakan SKTM tidak semestinya. Saat kami verifikasi dan wawancara yang bersangkutan, akhirnya bersedia mencabut berkas SKTM dan mau bersaing secara sportif," ungkap Kepala sekolah SMAN 1 Magelang Agung Mahmudi.

Dalam hal ini pihaknya mengaku telah menerjunkan lima tim verifikasi yang terdiri dari para guru. Pihaknya juga mengaku sangat tegas kepada pengguna SKTM abal-abal yang tidak tepat penggunaannya.

"Kami berharap calon siswa bisa bersaing secara sehat untuk masa depan mereka juga," harapnya.