Masyarakat Mengeluh, ‘Surat Sakti’ Minta Dievaluasi
Pendidikan

Masyarakat Mengeluh, ‘Surat Sakti’ Minta Dievaluasi

Magelang Tengah,(magelang.sorot.co)--Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Online tingkat SMA cukup banyak menuai keluhan dari masyarakat. Keluhan masyarakat tersebut dirasakan akibat adanya kebijakan pemerintah yang memberi ruang lebih pada pendaftar dengan membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Seperti halnya yang diungkap oleh Yulianingrum, warga Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang yang merasa perjuangan anaknya untuk meningkatkan nilai terbuang sia-sia hanya karena ‘surat sakti’ bernama SKTM. Anaknya yang memiliki nilai ebtanas murni (NEM) sebesar 296,5 harus tergeser dari SMAN 3 Magelang, karena nilai dan tergeser oleh pendaftar pemegang SKTM.

"Sebetulnya kalau hanya dengan nilai, anak saya bisa bersaing. Tapi, di sini yang saya keluhkan, yakni calon siswa yang NEM-nya jauh di bawah anak saya tetap bertahan di posisi atas, karena memakai SKTM," ujarnya, Jum'at (6/7/2018).

Menurutnya, dengan adanya SKTM tersebut memang bagus untuk membantu siswa dari keluarga miskin agar dapat melanjutkan pendidikannya. Namun SKTM tersebut seharusnya digunakan untuk membantu secara finansial saja, bukan fasilitas masuk ke sekolah dengan mudah.

"Kalau bantu masuk ke sekolah, apalagi sekolah favorit seperti SMA 1, 2, 3, tentu tidak fair dong dengan anak yang nilainya bagus. Masa anak pemegang SKTM yang NEM-nya di bawah 20 bisa diterima di SMA favorit. Apalagi, kalau SKTM itu hanya akal-akalan saja," keluhnya.

Kendati demikian dirinya juga masih memiliki harapan anaknya untuk dapat masuk di SMAN 2 Magelang jurusan IPS yang juga dihiasi dengan calon siswa pembawa SKTM. Ia pun meminta pihak berwenang untuk mengevaluasi sistem PPDB tersebut karena membuat kecewa banyak orang tua.

"Saya harap bisa dievaluasi ulang sistem ini  karena kasihan orang tua siswa yang sudah berjuang untuk anaknya agar mendapat nilai bagus dengan harapan masuk sekolah favorit, tapi tidak bisa," tandasnya.