Separuh Peserta PPDB Gunakan SKTM, Beberapa Dianggap Mampu
Pendidikan

Separuh Peserta PPDB Gunakan SKTM, Beberapa Dianggap Mampu

Mertoyudan,(magelang.sorot.co)--Peraturan mengenai prioritas terhadap calon peserta didik yang tidak mampu dalam proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2018, rupanya menuai polemik. Pasalnya, banyak siswa yang akhirnya memanfaatkan untuk mendaftar menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau lewat jalur khusus.

Hal ini pun akhirnya berdampak hingga hampir separuh calon siswa mendaftar menggunakan SKTM. Tentu fenomena ini membuat beberapa sekolah, salah satunya SMAN 1 Mertoyudan melakukan survey mengenai kebenaran kondisi ekonomi pemegang SKTM agar tidak terjadi penyalahgunaan.

Benar saja, berdasarkan hasil survey ditemukan bahwa ada beberapa pemegang SKTM yang dianggap mampu oleh tim lantaran rumahnya yang masih sangat layak huni. Orang-orang ini yang kemudian diarahkan agar mendaftar melalui jalur regular atau tidak menggunakan SKTM.

Kami sudah memiliki tim survei yang langsung mensurvei siswa yang bersangkutan. Memang mayoritas tidak mampu, namun ada juga yang rumahnya bagus (mampu),” terang Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Mertoyudan, Rofiq Muttaqien, Sabtu (07/07/2018).

Kendati demikian, ia mengimbau agar para calon peserta didik tidak perlu khawatir lantaran berbagai bantuan beasiswa tersedia, baik bagi yang tidak mampu maupun berprestasi. Hal ini diadakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar siswa. 

SMAN 1 Mertoyudan sendiri menampung 286 siswa dengan 9 kelas, yang setiap kelasnya berjumlah 32 siswa. Sementara wilayah kecamatan yang diterima yakni Kecamatan Mertoyudan, Magelang Selatan, Bandongan, Tempuran, Borobudur, Mungkid, dan Candimulyo.

Sedangkan untuk sekolah dibawah Kementerian Agama, MAN 1 Magelang, juga telah melakukan penyaringan bagi siswa yang mendaftar menggunakan SKTM. Hasilnya sebanyak 50 persen siswa menggunakan SKTM saat mendaftar PPDB Online 2018. Jumlah tersebut pun juga telah ditelusuri kebenarannya sesuai fakta dilapangan.

"Siswa yang mendaftar telah kami wawancarai terkait dengan keadaan ekonomi dan diutamakan dari akhlak pribadi yang bersangkutan," pungkas Ketua PPDB MAN 1 Kabupaten Magelang, Sri Hidayati.