Kementerian PPA Bangun Puspaga Untuk Bantu Keluarga
Sosial

Kementerian PPA Bangun Puspaga Untuk Bantu Keluarga

Magelang Tengah,(magelang.sorot.co)--Pemerintah pusat berencana membentuk Unit Layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Kota Magelang. Nantinya layanan Puspaga tersebut akan menjadi pusat konseling bagi orangtua/keluarga yang kesulitan mendidik anaknya. Dengan begitu, keluarga memiliki peran utama dalam membentuk karakter anak.

"Orangtua mempunyai kewajiban dan bertanggung jawab untuk mengasuh, mendidik, membangun karakter anak, dan lainnya maka dari itu ini harus dikuatkan kapasitasnya," ungkap Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan, Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Rohika Kurniadi Sari di sela workshop Puspaga di Gedung Wanita, Senin (09/07/2018).

Disampaikan pula olehnya bahwa pembentukan layanan Puspaga tersebut meruapakan salah satu mandat dari Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Undang-Undang juga memerintahkan bahwa harus ada unit layanan untuk memampukan orangtua agar menjadi setara dan sesuai dengan anak, maka dari itu kita bentuk Puspaga," tuturnya.

Menurutnya, untuk menjadi orangtua itu sekarang sangatlah sulit maka dari itu pemerintah membentuk Puspaga untuk menjadikan keluarga lebih berkualitas melalui konseling, pembelajaran, dan sebagainya.

"Sampai saat ini puspaga sudah terbentuk di 3 provinsi dan 36 kota dan kabupaten yang ada di Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP4KB) Kota Magelang, Wulandari, menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan kader-kader profesional untuk mendukung pembentukan puspaga yang nantinya akan diterjunkan langsung ke masyarakat dan membantu baik itu masalah keluarga ekonomi, sosial, pendidikan, dan lainnya.

"Pada kesempatan kali ini ada 140 orang kader yang kita undang dalam workshop hari ini terkait dengan puspaga. Mereka berasal dari kader Posyandu, Kementerian Agama, Kader PKK, organisasi wanita, RW Ramah Anak, dan sebagainya," tuturnya.