Bersejarah, Kampung Meteseh Sedot Perhatian Mahasiswa Untuk Menggelar Tari
Budaya

Bersejarah, Kampung Meteseh Sedot Perhatian Mahasiswa Untuk Menggelar Tari

Magelang Tengah,(magelang.sorot.co)--Sejarah Kota Yang bermula dari sebuah Kampung Meteseh (Mantyasih), Kelurahan Magelang rupanya mampu menyedot perhatian para mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Para masiswa ISI tersebut pun menggelar pertunjukan tari yang bertajuk Latar Seni Mantyasih (Latasih) di panggung terbuka yang berada di kompleks Pendopo Mantyasih, Selasa (10/7/2018) malam.

Ketua Panitia Latasih, Bagus Pulung mengatakan, keberadaan Kampung Meteseh memiliki sejarah penting. Sejarah Mantyasih dipilih untuk disajikan dalam pagelaran karena mempunyai nilai terendiri dan layak dipentaskan.

"Kami tertarik pentas di sini bukan karena alasan karena Kampung Mantyasih yang bersejarah saja tapi kami juga ingin mengenalkan lebih luas lagi seputar kampung ini," ungkapnya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa ada lima belas tari yang ditampilkan pada kesempatan ini diantaranya tari satriya wanuda (prajurit wanita), tari rewanda kusuma, tari perang kembang, tari tanjung baru, tari jejer jaran dawuk, brondut, gambyong pareanom, gedrug, tari jaranan anak, tari klana raja, tari prawira watang, tari dewi bulan (Sanggar Pitaloka), tari lenggasor (Sanggar Arum Sari), dan Tari Pimpah Othok (Sanggar Sekar Dahlia).

"Kami juga ingin mengenalkan beragam jenis seni tari yang ditampilkan oleh mahasiswa dan murid-murid sanggar seni di Kota Magelang," tuturnya.

Hal tersebut pun mendapatkan apresiasi dari Kasi Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Indri yang menyampaikan sambutan.

"Dengan kegiatan seperti ini pula Pendopo Mantyasih menjadi lebih hidup," ucapnya.

Dirinya pun berharap pertunjukan tersebut dapat memotivasi para seniman Kota Magelang untuk sering pentas dan berekspresi di Pendopo Mantyasih tersebut.