Marak Hoax Dinilai Berbahaya, Mafindo Gelar Deklarasi Anti Fitnah
Peristiwa

Marak Hoax Dinilai Berbahaya, Mafindo Gelar Deklarasi Anti Fitnah

Tempuran,(magelang.sorot.co)--Kebutuhan masyarakat akan media sosial sudah menjadi sesuatu hal yang penting untuk berkomunikasi ataupun membagikan informasi. Namun sayang, berkembangnya zaman juga diikuti dengan dampak negatif yang ditimbulkan.

Seperti penyalahgunaan media sosial dalam membagikan berita-berita yang belum tentu kebenarannya (hoax). Oleh karenanya, Komunitas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) memiliki peran penting untuk menolak secara keras penyebaran hoax semakin luas.

Ketua Mafindo, Septiaji Eko Nugroho mengatakan, untuk merealisasikan hal itu, diperlukan deklarasi anti fitnah seperti yang dilaksanakan pada Minggu (15/07/2018) ini di Bukit Asri, Kertojoyo, Desa Pringombo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Deklarasi tersebut dimaksudkan untuk mengajak masyarakat menjadi bagian penting menjauhkan segala bentuk fitnah, termasuk hoax di media sosial.

"Karena segala bentuk fitnah tersebut sangat berbahaya, sehingga dapat merusak dan menimbulkan permusuhan hingga menimbulkan korban jiwa" ujar Septiaji.

Diilanjutkannya, Mafindo sendiri telah melakukan deklarasi anti fitnah sebanyak 18 kali di 18 kota dan kabupaten di Indonesia. Melalui hal ini, dia berharap dapat membentengi keluarga agar tidak termakan dengan hoax yang sangat merugikan, namun bisa menjadi agen-agen kebenaran. 

"Komunitas Mafindo sendiri memang ada di 18 kota saat ini, diantaranya ada di Yogyakarta, Jakarta, Semarang, bahkan sampai di luar Pulau Jawa sendiri," jelasnya.

Sedangkan Bupati Magelang yang diwakili oleh Kabid Komunikasi dan Informasi Publik Dinas Kominfo Kabupaten Magelang, Yoga Agung mengatakan bahwa, media sosial sangat mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Kondisi tersebut juga merubah kebiasaan masyarakat dalam menggunakan media sosial, baik secara pribadi, sosial, kelompok, maupun lingkungan organisasi.

"Saat ini kekuatan media sosial seperti facebook, twitter, instagram, maupun whatsapp sebagai media penyebar informasi yang menarik, telah menyebabkan semua orang memerlukannya" terang Yoga.

Namun demikian, lanjut Yoga, fungsi media sosial belakangan ini menjadi bertambah fungsinya sebagai media penyampaian opini yang cenderung mengandung beragam kepentingan. Mengerikannya lagi, bahkan untuk memviralkan hasutan, fitnah, ataupun berita-berita yang belum tentu kebenarannya.

"Disaat inilah Mafindo hadir disaat yang tepat. Sebagai salah satu media propaganda namun dalam kebaikan," kata Yoga.

Pada kesempatan yang sama, Yoga juga mengajak masyarakat untuk memviralkan hal-hal yang baik dan tidak menjadikan media sosial sebagai tempat untuk melampiaskan berbagai urusan pribadi ataupun golongan.

"Harapan kami melalui deklarasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia Magelang, bisa menjadikan kita lebih bijak dalam menggunakan media sosial" pungkas Yoga.