Hari Raya Kurban, Peternak Sapi Mengaku Lesu Penjualan
Ekonomi

Hari Raya Kurban, Peternak Sapi Mengaku Lesu Penjualan

Borobudur,(magelang.sorot.co)--Jelang Hari Raya Idul Adha atau yang lebih dikenal dengan Hari Raya Kurban, salah satu peternak sapi, Zaenal Arifin (46), warga Dusun Bejen, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, mengaku mengalami penurunan penjualan. Kisaran penurunan penjualan pada angka 40 persen dari penjualan hewan kurban miliknya dibanding pada tahun-tahun sebelumnya.

"Penurunan penjualan hewan kurban tahun ini sangat terasa sekali. Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab utama turunnya penjualan hewan kurban di tahun 2018 ini, antara lain, keadaan ekonomi yang bersamaan dengan waktu anak sekolah masuk, musim kemarau yang berimbas pada ketersediaan air, dan harga pakan yang tinggi" jelas Zaenal Arifin  yang juga berprofesi sebagai salah satu anggota Binmas Polres Magelang, Senin (06/08/2018).

Zaenal menjelaskan, harga pakan untuk sentrat saat ini mencapai Rp 130.000/50 Kg. Hal tersebut belum termasuk harga dedak dan rumput untuk pakan sapi. 

"Padahal untuk mencari hijau-hijauan (rumput) saat ini juga tergolong sulit karena musim kemarau ini. Maka butuh biaya oprasional lebih untuk mencari rumput tersebut" terang Zaenal.

Terkait harga hewan kurban, terutama sapi, Zaenal, mengatakan tergantung dari besar kecilnya sapi itu sendiri, dan juga jenisnya.

"Untuk sapi hidup jenis daging merah, kisaran harganya antara Rp 60 ribu-Rp 70 ribu/Kg, sedangkan untuk sapi putih sendiri kisaran harganya mencapai Rp 50 ribu-Rp 60 ribu/Kg " terang Zaenal.

Zaenal mengaku, para calon pembeli lebih meminati sapi putih, dengan kisaran harga Rp 20 juta untuk kurban. 

"Itu pun membelinya dengan cara patungan" ungkap Zaenal.

Biasanya, lanjut Zaenal, penjualan hewan sendiri akan lebih meningkat pada saat H-7 menjelang Hari Raya Kurban. Saat ini, Zaenal, mengaku telah mendapatkan pesanan sebanyak 3 ekor sapi. Hal tersebut sangat jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Biasanya, saat-saat sekarang ini saya sudah mendapatkan pesanan sekitar 6-8 ekor sapi, tapi tahun ini sangat sepi. Mungkin saja nanti mendekati hari H baru akan meningkat" kata Zaenal.

Zaenal sendiri mengaku telah menggeluti beternak sapi sejak tahun 2004 yang lalu. Meskipun dirinya bertugas sebagai salah satu anggota Binmas Polres Magelang, ia juga tetap melanjutkan usaha yang diberikan oleh orang tuanya.

"Sebenarnya usaha sapi ini sudah sejak dari bapak saya, namun pada tahun 2004 saya mencoba meneruskan usaha ini disamping saya juga bekerja sebagai seorang polisi. Ya itung-itung untuk mempersiapkan masa-masa pensiun" pungkas Zaenal.