Proyek Dancing Fountain Sudah Dicoret DPRD, Kok Bisa Muncul?
Pemerintahan

Proyek Dancing Fountain Sudah Dicoret DPRD, Kok Bisa Muncul?

Magelang Selatan,(magelang.sorot.co)--Anggaran pembangunan air mancur menari atau dancing fountain yang berada di Alun-alun Kota Magelang ternyata penuh dengan keganjalan. Dancing fountain yang telah diresmikan sejak akhir tahun 2017, ternyata anggarannya tanpa sepengetahuan DPRD Kota Magelang dan berasal dari APBD Kota Magelang.

Saat ini dancing fountain yang menyerap dana sekitar Rp 4,7 miliar ditutup kembali dengan alasan dilakukan perbaikan. Salah satu Anggota Komisi C DPRD Kota Magelang, Moch Haryadi mengaku mempertanyakan adanya dancing fountain yang menggunakan APBD Kota Magelang.

"Intinya, proyek itu memang ada dan sempat banyak dipertanyakan masyarakat karena berhenti operasionalnya serta ditutup banner. Lebih dari itu, kami juga pertanyakan kenapa anggarannya bisa muncul, padahal saat pembahasan di Komisi C sudah kami coret," ungkapnya, Senin (6/7/2018).

Dirinya juga memaparkan bahwa air mancur itu merupakan proyek dari Dinas Lingkungan Hidup yang merupakan salah satu OPD mitra kerja Komisi C.

"Silahkan tanya anggota lain, jika saya dianggap bohong soal  tidak adanya pembahasan lebih lanjut di Komisi C setelah dicoret. Tetapi kemudian bisa muncul lagi dan jadi proyek, yang kini banyak dipertanyakan masyarakat," bebernya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang, Aktib Sundoko juga menegaskan bahwa anggaran dancing fountain sempat ditolak Komisi C karena awalnya hanya akan dianggarkan Rp 1-2 miliar, kemudian saat muncul lagi sudah berubah menjadi Rp 4-5 miliar.

"Karena angkanya sangat besar, kita meminta untuk dicoret saja. Tetapi kemudian muncul wacana,  kalau proyek tersebut akan dibiayai oleh Pemprov Jateng. Kalau anggarannya dari provinsi ya kami persilahkan," ujarnya.

Selain itu dirinya juga menyarankan agar dancing fountain tidak ditempatkan di alun-alun karena space yang terbatas.

"Karena alun-alun space-nya terbatas, maka kami minta kalau memang benar dianggarkan oleh provinsi, agar tidak di alun-alun, tapi kenyataannya tetap di alun-alun," jelasnya.

Sementara itu Kasi Pertamanan dan PJU Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Magelang, Yetty Setyaningsih membenarkan telah dilakukannya penutupan dancing fountain dengan alasan perawatan. Sedangkan saat ditanya soal penganggarannya, Yetty mempersilahkan untuk bertanya langsung kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Magelang Mahbub Yani Arfian, selaku pengguna anggaran.

"Beliau memang PPK (pejabat pembuat komitmen) proyek tersebut. Tetapi yang paham soal anggarannya ya pak kepala dinas. Dia kan pengguna anggaran," tegasnya.