Lakukan Pengecekan Hewan Kurban, Dinas Beri Tanda Sehat
Peristiwa

Lakukan Pengecekan Hewan Kurban, Dinas Beri Tanda Sehat

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Untuk memastikan kondisi kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Peterikan) Kabupaten Magelang, melakukan giat pengecekan kesehatan hewan kurban di sejumlah pedagang maupun pull penjual hewan kurban di seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Magelang.

Kepala Dinas Peterikan, Sri Hartini, mengatakan bahwa, giat pengecekan kesehatan hewan kurban ini, sebagai upaya pemerintah untuk memastikan kondisi hewan kurban layak untuk dijual kepada masyarakat.

"Giat pengecekan ini akan dilakukan selama 7 hari di seluruh kecamatan di Kabupaten Magelang, yang melibatkan tenaga bidang kesehatan hewan dan masyarakat feterinair. Utamanya pada pedagang hewan kurban dan di sejumlah pull pemotongan hewan kurban di Kabupaten Magelang" ujar, Sri Hartini, di sela-sela melakukan giat pengecekan hewan kurban di Pull Ahmad Sodiqun, di Dusun Karanganyar, Desa Rambeanak 3, Kecamatan Mungkid, Magelang, Kamis (09/08/2018).

Dari data yang telah dihimpun, di pull hewan kurban milik Ahmad Sodiqun, terdapat beberapa jenis hewan kurban, antara lain, 200 ekor sapi, 500 ekor kambing, dan 400 ekor domba. 

"Tim kami akan memastikan kondisi kesehatan hewan kurban ini. Setelah dilakukan pengecekan, apabila dinyatakan sehat, maka akan diberikan tanda dan cap kesehatan. Terkait hal tersebut, maka kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk membeli hewan kurban yang sudah kami berikan tanda layak (sehat),” paparnya.

Sedangkan pemilik peternakan atau pull hewan kurban, Ahmad Sodiqun, mengaku telah memberikan perawatan serta memberikan asupan pakan yang cukup baik kepada hewan kurban miliknya.

"Setiap hari kami selalu menjaga kebersihan kandang, serta memberikan pakan yang cukup disertai vitamin untuk menunjang kesehatan hewan" ujar Sodiqun.

Untuk di pull ini, lanjut Sodiqun, pihaknya memiliki beberapa jenis hewan kurban sapi, antara lain sapi jenis limosin, simental, dan peranakan ongol (lokal). Terkait bobot pun juga cukup bervariatif, mulai dari bobot 600 Kg hingga mencapai 1,3 ton.

"Namun masyarakat rata-rata lebih tertarik dengan sapi jenis lokal, antara bobot 400-500 Kg, dengan harga kurang lebih Rp 21.000.000" kata Sodiqun.

Sedangkan, salah satu petugas Tenaga Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Feterinair, Tri Hartati, menyatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan di pull milik Ahmad Sodiqun, rata-rata hewan kurban dalam kondisi layak.

"Dari pemeriksaan secara eksterior (dari luar) rata-rata hewan kurban dalam kondisi sehat. Kami sudah melakukan beberapa pemeriksaan, diantaranya terkait kecacatan hewan, kesehatan hewan, usia hewan layak jual, semuanya sudah memenuhi syarat. Meski ada beberapa sapi yang mengalami seperti flu, namun kami sudah memberikan pengobatan serta pemberian vitamin. Mungkin hal tersebut juga bisa karena pengaruh cuaca" pungkas Tri Hartati.