Seorang Pelajar dan Pengamen Digelandang ke Kantor Satpol PP
Peristiwa

Seorang Pelajar dan Pengamen Digelandang ke Kantor Satpol PP

Magelang Selatan,(magelang.sorot.co)--Seorang pelajar terpaksa digelandang menuju Kantor Satpol PP Kota Magelang karena diketahui membolos sekolah dan asyik nongkrong di Taman Badakan. Siswa yang diketahui bernama Bhevino librario Sandhe (17), warga Perumahan Jogonegoro Indah, Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang tersebut mengaku sedang sakit dan enggan masuk sekolah.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan dan Pengembangan Kapasitas Satpol PP Kota Magelang, Rumiyati, mengungkapkan bahwa siswa diamankan oleh anggotanya saat melaksanakan giat patroli rutin.

"Saat kami periksa, siswa tersebut memang sedang sakit. Hari kemarin juga sudah izin tidak masuk sekolah, namun untuk hari ini dia dipaksa tetap sekolah oleh orang tuanya. Karena mungkin masih merasa sakit dan tidak nyaman untuk masuk sekolah akhirnya dia memilih untuk tidak masuk sekolah," ungkap Rumiyati saat ditemui di kantornya, Kamis (9/8/2018).

Menindaklanjuti masalah tersebut, pihaknya pun mencoba berkomunikasi kepada pihak sekolah, namun karena pihak sekolah enggan datang ke kantor Satpol PP akhirnya Rumiyati pun menghubungi orang tua siswa.

"Akhirnya kami memanggil orang tuanya, dan kami pun berusaha memberikan arahan kepada orang tuanya jika memang anaknya sakit ya jangan dipaksa untuk masuk sekolah," ucapnya.

Menurutnya, orang tua harus lebih dekat dengan anaknya, harus paham dengan kondisi serta keadaan anak.

"Saat kami periksa, kami memang mendapati beberapa obat-obat untuk penurun panas didalam tasnya," jelasnya.

Selain mengamankan siswa yang bolos, anggota Satpol PP juga mengamankan seorang pengamen yang bernama Diva Ariyanto (16) warga Baben, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan.

"Pengamen tersebut kami amankan saat sedang mengamen di Pertigaan lampu merah Trio," ucapnya.

Menurutnya tindakan tersebut merupakan bagian upaya penegakan Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang ketertiban umum.

"Untuk penindakan pengamen tersebut kami serahkan kepada Dinas Sosial Kota Magelang. Karena wewenang kami hanyalah penegakan Perda serta penertiban saja," jelasnya