Pasang Plang Larangan Parkir, Pengunjung RSU Ikut Kena Imbas
Peristiwa

Pasang Plang Larangan Parkir, Pengunjung RSU Ikut Kena Imbas

Magelang Tengah,(magelang.sorot.co)--Sering kali digunakan rest area para sopir truk hingga mengakibatkan kemacetan di pagi hari, kini di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo kembali dipasang belasan rambu larangan parkir. Pemasangan rambu parkir tersebut merupakan tidak lanjut dari aduan masyarakat yang mengeluhkan adanya truk-truk yang parkir sembarangan hingga menyebabkan kemacetan.

"Banyak masyarakat yang mengeluh dan mengadu kepada kami, banyaknya kendaraan parkir di sepanjang jalan ini terutama kendaraan besar. Mereka menjadikan jalan itu semacam rest area, padahal sepanjang lokasi itu masuk jalan arteri dengan kepadatan lalu lintas tinggi," Kepala Bidang Lalu Lintas dan Perparkiran, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang, Candra Wijatmiko Adi, usai pemasangan rambu, Senin (10/9/2018).

Kendati demikian pihaknya juga hanya melarang para sopir truk agar tidak parkir  di area Kebonpolo mulai pukul 06.00-22.00 WIB.

"Setelah jam 10 malam kami perbolehkan kendaraan mau istirahat di sekitar lokasi. Tapi ketika sudah pagi harus sudah pergi, karena kepadatan terjadi biasanya setiap paginya," jelasnya.

Pihaknya juga menyatakan, akan menindak tegas para pengguna jalan yang tertangkap tangan masih melanggar rambu larangan tersebut.

"Kami menggandeng kepolisian, jadi bagi para pelaggar nanti akan ada penindakan berupa penilangan," ucapnya.

Selain memasang plang larangan parkir di sebelah selatan Jalan Urip Sumoharjo yang digunakan untuk rest area parkir sopir truk, Dishub juga memasang plang larangan parkir di depan RSU Budi Rahayu. Penyebabnya, banyak para pengunjung atau pasien RSU Budi Rahayu yang juga menggunakan bahu jalan Urip Sumoharjo untuk tempat parkir.

Sementara itu salah satu Scurity RSU Budi Rahayu menyatakan bahwa para pasien memarkirkan mobilnya dibahu jalan itu akibat minimnya lahan parkir yang ada di dalam rumah sakit.

"Di dalam hanya mampu menampung sekitar 4 mobil saja, itupun dikhususkan untuk parkir para dokter saja," ucapnya.

Pihaknya juga berharap pemerintah bisa memberikan solusi tempat parkir bagi para pasien yang membawa kendaraan roda empat.

"Kemaren rencananya kan mau dipindahkan di tepi jalan Serayu (sebelah barat RSU) tapi masyarakat tidak berkenan," tuturnya.