Kebakaran Gunung Sumbing, 541 Pendaki Dievakuasi
Peristiwa

Kebakaran Gunung Sumbing, 541 Pendaki Dievakuasi

Kaliangkrik,(magelang.sorot.co)--Kebakaran di kawasan Gunung Sumbing di wilayah Kabupaten Temanggung sempat mengkawatirkan. Kebakaran itu sendiri sempat merembet hingga di wilayah Kabupaten Magelang, yang membakar lahan kurang lebih 5-10 hektare, Selasa (11/9/2018).Untungnya, dalam peristiwa tersebut petugas gabungan dapat bertindak cepat, dan langsung mengevakuasi sejumlah 541 pendaki yang naik dari wilayah Kaliangkrik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto, dalam keterangannya mengatakan bahwa, dampak dari kebakaran di Gunung Sumbing (Temanggung), juga merembet di wilayah Kabupaten Magelang. Titik api sendiri dapat terpantau pada Senin kemarin sekitar pukul 18.00 WIB.

Namun demikian, pada Selasa ini titik api sudah merambat hingga di wilayah Kaliangkrik, Magelang, sekitar pukul 06.00 WIB. Lebih tepatnya di petak 2 wilayah Magelang, Pos 4 Kaliangkrik (Butuh, Mangli, Prampelan).

"Kemarin titik api masih terpantau di wilayah Temanggung. Namun hari ini, sekitar pukul 06.00 WIB sudah merambat hingga di wilayah Kaliangkrik," terang Edi, Selasa malam.

Karena peristiwa tersebut, lanjut Edi, sejumlah 541 pendaki yang masih ada di puncak Gunung Sumbing terpaksa harus dievakuasi. Sejumlah tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Satpol PP, Damkar, Perhutani, PMI, dan sejumlah relawan pun turut membantu dalam proses evakuasi para pendaki tersebut. 

"Dari informasi yang telah dihimpun, sekitar pukul 16.40 WIB, seluruh para pendaki di Gunung Sumbing telah berhasil dievakuasi dengan keadaan selamat," jelas Edi.

Sedangkan terkait titik api sendiri, Edi mengatakan hingga saat ini belum dapat dilakukan pemadaman. Diperkirakan luas lahan yang terbakar dari peristiwa tersebut sekitar 5-10 hektare.

"Kami fokus untuk penanganan keselamatan para pendaki terlebih dahulu. Selain itu BPBD Kabupaten Magelang juga telah mengirimkan bantuan berupa logistik," kata Edi.

Hingga saat ini, pihak perhutani masih berkoordinasi dengan pihak Damkar dalam pemadaman titik api tersebut. Rencananya, pihak Damkar sendiri akan melakukan Water Bombing untuk melakukan proses pemadaman.