Mengandung Konten Provokatif, Seni Mural Dihapus Petugas
Peristiwa

Mengandung Konten Provokatif, Seni Mural Dihapus Petugas

Magelang Tengah,(magelang.sorot.co)--Dianggap mengandung konten provokatif, seni mural pada pagar rumah warga di Jalan Diponegoro, tepatnya sebelah Gereja Bethel dihapus oleh jajaran Satpol PP Kota Magelang, Selasa (11/09/2018) malam. Penindakan dengan cara dicat putih, dilakukan secara spontan oleh Satpol PP setelah mendapat laporan dari masyarakat.

Konten mural yang berada di pagar rumah tersebut bertuliskan ‘Pak Pemkot ini sudah ijin sama tuan rumah lho.. Jangan dihapus lho :D’.  Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana mengungkapkann jika dilihat dari isi konten pelaku diduga merupakan pemain lama yang sebelumnya sudah pernah mendapatkan pembinaan.

"Tulisan itu kami nilai bersinggungan dengan tugas Satpol PP. Walaupun sudah diijinkan pemiliik bangunan, konten ini terlihat provokatif dan meresahkan, sehingga harus kami hapus," ucap Singgih, Rabu (12/9/2018).

Motif para pelaku umumnya bermacam-macam mulai dari bentuk ekspresi, iseng, maupun sengaja untuk menutupi iklan-iklan yang dinilai bersifat komersil.

"Hingga saat ini seni mural ilegal masih sering ditemukan di beberapa titik tertentu, seperti Lampu merah Jalan Sudirman, Jalan Diponegoro, Cacaban ataupun di halte-halte umum sekitar Magelang kota," jelasnya.

Sementara itu Anggota Satpol PP, Guntur Priyo Santoso menambahkan, seni mural sendiri sudah diatur dalam Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang ketertiban umum di Pasal 13, yang melarang setiap orang atau badan melakukan aktivitas corat-coret, vandalisme, atau pengotoran menggunakan cat atau zat warna.

"Mereka yang melanggar tentunya dikenakan pidana kurungan 3 bulan atau denda hingga 50 juta rupiah. Maka dari itu kami menghimbau agar masyarakat tidak sembarangan dalam melakukan ataupun memberikan ijin untuk melakukan mural," ucapnya.