Mahasiswa Diajak Tangkal Radikalisme Dengan Konten Kreatif di Medsos
Pendidikan

Mahasiswa Diajak Tangkal Radikalisme Dengan Konten Kreatif di Medsos

Magelang Utara (magelang.sorot.co)--Paham radikalisme masihlah terus berkembang di Indonesia, salah satu potensi perkembangan ideologi tersebut berada di wilayah perguruan tinggi. Pasalnya dari hasil survei, ada belasan persen dari jumlah mahasiswa di Indonesia yang tertarik dan mengikuti paham radikalisme tersebut.

Kasubdit Kontra Propaganda, Direktorat Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kolonel Pas Sujatmiko menyatakan jika hasil survey Wahid Foundation 2016, ada sekitar 11 juta atau 7,7 persen dari total penduduk Indonesia yang menyatakan bersedia berpartisipasi dalam radikalisme.

"Jumlah ini terbilang sangatlah tinggi," ucapnya saat mengisi Kuliah Umum Prodi Hukum, FISIP Universitas Tidar (Untidar) di Auditorium Untidar, Kamis (13/8).

Sementara itu dari jumlah 11 juta jiwa tersebut, sebagian diantaranya ialah kalangan masyarakat terpelajar atau mahasiswa. Dari hasil survei Alvara tahun 2017 sendiri menyebutkan sebanyak 23 persen mahasiswa setuju dengan jihad untuk khilafah. 

"Survei Alvara juga menyebutkan, 18 persen mahasiswa setuju dengan khilafah sebagai bentuk pemerintahan yang ideal dibanding NKRI. Jumlah yang cukup besar dan kita harus waspada terhadap persoalan radikalisme di dunia pendidikan ini," tuturnya.

Pihaknya pun terus berupaya mencegah paham radikalisme tersebut, mulai dari tindakan kontra-radikalisasi, deradikalisasi, dan kesiapsiagaan nasional. Juga bekerja sama dengan lembaga kementerian, penegak hukum, dan masyarakat umum.

Pihaknya telah membentuk unit Duta Damai sebagai upaya melawan radikalisme dengan membuat konten kreatif, seperti video dan diunggah ke Youtube. Duta Damai tersebut sudah ada di sebagian besar wilayah Indonesia dengan anggota anak-anak muda kreatif.

Dirinya juga mengajak para mahasiswa khususnya mahasiswa Untidat untuk ikut serta menjadi Duta Damai dengan menelorkan ide-ide segar, salah satunya dengan membuat konten kreatif yang bersifat milenial.

"Sudah ada contoh-contoh konten kreatif terkait upaya menangkal radikalisme di Youtube yang bisa ditonton. Saya harap mahasiswa Untidar bisa memunculkan ide baru yang segar dan bisa dicontoh masyarakat luas," imbuhnya.