Warga Dukung Rencana Pembangunan Bendungan Mertoyudan Dengan Persyaratan
Peristiwa

Warga Dukung Rencana Pembangunan Bendungan Mertoyudan Dengan Persyaratan

Mertoyudan,(magelang.sorot.co)--Pemerintah pusat akan membangun sebuah bendungan di Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan. Sebagai salah satu wilayah terdampak pembangunan, warga Dusun Wayuhrejo memberikan beberapa catatan terkait rencana pembangunan tersebut.

Melalui Paguyuban Warga Wayuhrejo, warga menyetujui pembangunan bendungan dengan beberapa persyaratan. Syarat itu antara lain tidak mengganggu makam di wilayah dusun setempat, tidak memindahkan tempat ibadah Masjid atau Mushola, dan tidak menggusur pemukiman warga. Apabila ketiga hal tersebut tidak dipenuhi, warga akan menolak pembangunan bendungan tersebut.

"Masalahnya di Dusun Wayuhrejo terdapat makam mbah Wayuh sebagai leluhur cikal bakal dusun. Karena itu warga mempertahankan keaslian makam, yang diperkirakan akan tenggelam bila bangunan bendungan tersebut diwujudkan," ujar salah satu warga Desa Pasuruhan, Rohmat, Jumat (14/9/2018).

Tahapan pembangunan bendungan Pasuruhan, Mertoyudan sendiri telah memasuki tahap sosialisasi. Wilayah yang terdampak pembangunan bendungan meliput 43 dusun di 3 Kecamatan, yakni Kecamatan Mertoyudan, Borobudur, dan Tempuran. Tahapan selanjutnya adalah tahapan identifikasi, dan dilanjutkan tahap dokumen Amdal. 

Sedangkan perencanaan pembangunan bendungan ini sudah dimulai sejak tahun 2013 yang lalu. Setelah dokumen Amdal selesai, maksimal 3 tahun kemudian sudah mulai proses pengerjaan.

Terkait hal tersebut, Camat Borobudur, Nanda Cahyadi, mengatakan mendukung pembangunan bendungan yang merupakan program pemerintah pusat. Karena dengan adanya bendungan tersebut, dapat menjadi sumber irigasi persawahan di wilayah Kecamatan Borobudur.

"Untuk saat ini area persawahan di Borobudur hanya mengandalkan sumber dari Kali Tangsi, Salaman. Dimana air tersebut tidak mencukupi untuk mengairi sawah di semua desa di wilayah Borobudur. Karena baru sampai desa Kembanglimus, air dari Kali Tangsi sudah habis terbagi ke beberapa saluran irigasi, sehingga daerah Kujon ke timur irigasinya kering," ujarnya.