KPU Kabupaten Magelang Mencoret 2.086 Nama Dalam DPT
Peristiwa

KPU Kabupaten Magelang Mencoret 2.086 Nama Dalam DPT

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang melakukan pencoretan atau penghapusan sebanyak 2.086 pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Pencoretan tersebut dilakukan dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan DPT HP, pada Rabu (12/9) lalu.

Dengan dihapusnya 2.086 nama pemilih tersebut, maka jumlah DPT Kabupaten Magelang berkurang menjadi 977.414 pemilih dari jumlah sebelumnya sebanyak 979.500 pemilih. Rapat Pleno diikuti komisioner KPU dan Bawaslu Kabupaten Magelang dan pimpinan partai politik.

Komisioner KPU Divisi Perencanaan dan Data Ismael Wardoyo, mengatakan ada dua alasan pencoretan nama pemilih dari DPT. Yakni nama pemilih tersebut masuk kategori ganda dan masuk kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Wardoyo menyebutkan, data ganda yang terbukti sebanyak 1.648 pemilih, dan sebanyak 438 pemilih dinyatakan TMS.

"Total ada 2.086 nama pemilih yang kami coret. Jumlah ini merupakan gabungan rekomendasi Bawaslu Kabupaten Magelang dan self assesment KPU," terang Wardoyo, Jumat (14/9/2018).

Wardoyo mengungkapkan pihaknya menyambut baik rekomendasi Bawaslu serta partisipasi dan masukan partai politik dan masyarakat dalam penyempurnaan DPT. Ia mengatakan bahwa KPU dan Bawaslu berkomitmen mewujudkan DPT Pemilu yang bersih dan berkualitas. 

"Rekomendasi Bawaslu langsung kami tindak lanjuti. PPK dan Panwascam kemudian melakukan pencermatan bersama untuk memastikan nama-nama yang diindikasikan ganda. Jika terbukti langsung kami coret," kata Wardoyo.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Habib Shaleh, menyambut baik respon positif KPU Kabupaten Magelang dalam menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu. Ia memastikan nama-nama yang dicoret merupakan nama ganda sehingga tidak boleh masuk dalam DPT.

"Prosedur yang kami lakukan adalah penyisiran dan pencermatan di level Kabupaten. Data ini lalu kami turunkan ke Panwascam untuk dicermati dan diturunkan ke Panwasdesa untuk divalidasi kebenarannya. Kami optimis DPT hasil perbaikan ini lebih bersih," ujar Habib.

Namun demikian, lanjut Habib, masih ada kemungkinan DPT ganda maupun TMS lainnya. Untuk itu, Bawaslu Kabupaten Magelang mengajak partai politik dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencermatan daftar pemilih.

Ia mengatakan, prinsip data pemilih adalah akurat, mutakhir, dan komprehensif, sehingga semua warga Kabupaten Magelang yang mempunyai hak pilih harus masuk DPT. Namun setiap warga hanya boleh sekali didaftar dalam DPT.

"Bawaslu dan KPU berkomitmen menyelenggarakan Pemilu yang berkualitas dan berkeadilan. Salah satunya tercermin dari DPT yang bersih dari kegandaan. Jangan sampai DPT menjadi alasan orang untuk meragukan kualitas dan hasil pemilu 2019 nanti," pungkas Habib.