Pengguna Ruko Positif Bakal Digusur dan Tak Dapatkan Kompensasi
Ekonomi

Pengguna Ruko Positif Bakal Digusur dan Tak Dapatkan Kompensasi

Magelang Selatan,(magelang.sorot.co)--Para penghuni kios Rejomulyo Blok G yang berada di Sub Terminal Angkutan Kota Magelang, positif harus tergusur dan meninggalkan kios yang ditempatinya saat ini. Meski telah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Magelang, mereka tetap tidak mendapatkan tempat relokasi maupun kompensasi.

Bahkan pada 10 September lalu, mereka telah mendatangi kantor BPKAD untuk memnita relokasi agar saat ruko yang mereka tempati diratakan untuk dibangun IKM Centre dalam rangka penataan Kawasan Wisata Gunung Tidar, mereka tetap bisa bekerja.

"Kami usul, ada kios-kios Blok F yang kosong dan sudah lama tidak digunakan. Alangkah baiknya kami dipindahkan di situ. Lagi pula itu juga aset milik Pemkot, dan masih satu komplek dengan tempat kami jualan sekarang," ungkap Agustinus Sijabat, salah seorang pengguna kios, Kamis (27/09/2018).

Kendati demikian, usulan tersebut pun tidak digubris oleh Pemerintah Kota Magelang, dan dititik akhir kesepakatan yang dilakukan pada hari Rabu (26/09) kemarin pengguna kios pun mau tidak mau harus mengosonkan kios sebelum tanggal 28 Oktober.

"Ya mau bagaimana lagi. Kita hanya berharap janji Pemkot yang akan mengutamakan kami, untuk bisa menempati kios Ikm centre kalau sudah jadi ditepati. Meski sekarang kita masih bingung mau pindah usaha ke mana," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkot Magelang, Larsita menyampaikan, alasan Pemkot tidak memberikan tempat relokasi karena sudah sekitar tujuh tahun tidak ada lagi ikatan dengan para penyewa. Sedangkan sejak 31 Desemeber 2011, pemkot tidak lagi memberikan perpanjangan sewa, namun mereka masih boleh menempati bangunan kios untuk usaha.

"Kita tidak ada lagi ikatan sejak 2011, karena tidak ada perpanjangan sewa kios. Mereka selama sekitar tujuh tahun bisa menempati, juga tidak kita tarik sewa, makannya tidak ada relokasi maupun kompensasi," jelasnya.

Dirinya juga menyatakan jika pada tanggal 28 Oktober maksimal kios harus sudah kosong, karena akan segera dilakukan perataan kios.

"Anggaran sendiri melalui APBD Perubahan 2019. Pembangunan IKM Centre nanti baru awal tahun 2019," imbuhnya.