Rencana Pembangunan Pasar, Puluhan Bangunan di Atas Tanah Pemkot Direlokasi
Peristiwa

Rencana Pembangunan Pasar, Puluhan Bangunan di Atas Tanah Pemkot Direlokasi

Magelang Tengah,(magelang.sorot.co)--Pemerintah Kota Magelang berencana kembali membangun Pasar Induk di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Magelang. Pasar induk tersebut nantinya akan menjadi tempat relokasi bagi para pedagang Pasar Gotong Royong.

Upaya pengosongan lahan sekitar lima hektar yang saat ini masih ditempati puluhan rumah liar, telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Magelang melalui Satpol-PP Kota Magelang. Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana mengaku telah mendapatkan wewenang dari pemerintah untuk melakukan penertiban terhadap bangunan liar tersebut.

"Kami sudah melakukan upaya sosialisasi dan kami kumpulkan mereka di Kantor Satpol PP sekitar bulan Juni untuk sosialisasi. Dari pertemuan itu disepakati batas waktu pengosongan pada bulan Agustus," ungkapnya, Jumat (28/9/2018).

Namun dalam berjalannya waktu, warga yang menempati rumah liar itu minta pengunduran waktu hingga 15 September dan disetujui. Akan tetapi, dalam pelaksanaan di lapangan, waktu yang sudah disepakati sebelumnya dinilai tidak cukup sehingga warga minta diundur. 

"Akhirnya kita sepakati maksimal pengosongan pada tanggal 30 September besok," bebernya.

Dari data yang ada, terdapat 42 unit rumah liar, 8 kandang ternak, 3 poskamling, 1 mushola, dan jalan akses masuk dari beton yang akan dirobohkan. Warga yang tinggal di lokasi ini sendiri sudah cukup lama memanfaatkan aset Pemkot Magelang untuk mereka tinggali. Bahkan, sudah puluhan tahun dan baru tahun ini diminta untuk pindah.

Singgih juga menyatakan jika selama proses pengosongan Satpol PP pun selalu melakukan pendekatan secara humanis. Sejumlah anggota Satpol PP diterjunkan ke lokasi untuk membantu warga dalam memindahkan barang-barang milik warga. Pihaknya mengklaim, selama proses pengosongan lahan tersebut tidak ada penentangan dari warga.

Sementara itu Penjabat Sekda Kota Magelang, Sumartono menegaskan, warga selanjutnya warga akan dipindah dan tinggal di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tidar. Meski proses pembangunan Pasar Induk tidak dilakukan dalam waktu dekat, namun semuanya harus dipersiapkan termasuk pengosongan lokasi.

"Pembangunan Pasar Induk sendiri masih lama. Tetapi kalau sudah dibangun, para pedagang di Pasar Gotong Royong akan segera dipindahkan," terangnya.