Orang Tua dan Rekan Kerja Pembuang Bayi Diperiksa Polisi
Hukum & Kriminal

Orang Tua dan Rekan Kerja Pembuang Bayi Diperiksa Polisi

Magelang Tengah,(magelang.sorot.co)--Jajaran Polres Magelang Kota saat ini masih terus mendalami kasus pembuangan bayi yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri dari lantai 3 Mall Matahari, Alun-alun Kota Magelang pada Selasa (2/10) siang. Selain menangkap tersangka yang merupakan ibu kandung BAYI dengan inisial NAN (21), warga Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Satreskrim Polres Magelang Kota juga telah memeriksa 4 orang saksi.

"Untuk kami mintai keterangan, maka kami telah memanggil 4 orang saksi yakni rekan tersangka sesama karyawati mal, orangtua tersangka, serta manager mal," ungkap Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan, Rabu (3/10/2018).

Dari hasil penyelidikan, sampai saat ini pihak kepolisian masih belum mengetahui lebih dalam kaitannya motiF tersangka membuang bayinya sendiri.

"Kita saat ini masih belum menggali lebih jauh kaitannya motif pembuangan bayi itu, karena kami masih belum bisa  menggali informasi lebih dalam kepada tersangka, sebab pihak rumah sakit Budi Rahayu masih belum mengijinkan karena kondisinya yang masih belum memungkinkan," terangnya.

Kedati demikian, berdasarkan keterangan dari orang tua tersangka, maka diketahui tersangka bersetatus telah menikah namun keduanya telah pisah ranjang sejak lama.

"Dari orang tuanya dapat kita gali bahwa tersangka sudah menikah, tapi tidak serumah dengan suami sudah sekian tahun dengan alasan tidak mendapatkan restu dari ibu tersangka," jelasnya.

Namun terkait masalah dugaan pembuangan bayi tersebut merupakan hasil dari hubungan resmi atau tidak, pihak kepolisian masih menyelidikinya.

"Terkait bayi yang dibuang itu merupakan hasil hubungan dengan suaminya atau tidak maka kita masih menunggu penyelidikan lebih lanjut," paparnya.

Selain itu tersangka juga akan dijerat dengan Undang-undang perlindungan anak dengan pasal 76 (c) jo. 80 (4) tentang tindak pidana kekerasan pada anak.

"Untuk ancaman hukumannya sendi maksimal 3 tahun 6 bulan ditambah sepertiganya karena melakukan tindak kekerasan kepada anaknya sendiri," imbuhnya.