Belasan Orang Terjaring Razia Dalam Operasi Gabungan PGOT
Sosial

Belasan Orang Terjaring Razia Dalam Operasi Gabungan PGOT

Mertoyudan,(magelang.sorot.co)--Petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kabupaten Magelang, Satpol PP Kota Magelang, dan Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, berhasil menjaring 17 orang dalam penertiban Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT), Rabu (3/10/2018).

Giat operasi tersebut juga melibatkan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Magelang serta Kader Siaga Trantip Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan. Giat tersebut berpusat di Kompleks Balai Desa Banyurojo, Mertoyudan, Magelang.

Kasi Operasi Pengendalian, Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Berti Soraya, menuturkan kegiatan tersebut telah rutin dilaksanakan dengan tujuan menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masyarakat agar tetap aman dan kondusif.

"Untuk target tahun ini adalah sebanyak enam kali kegiatan PGOT, dan operasi kali ini merupakan yang keempat kalinya, diantara 25 Kabupaten dan 15 Kota di Jawa Tengah. Kabupaten Magelang sendiri termasuk wilayah yang relatif cukup tertib. Tanggapan masyarakat pun sangat positif atas kegiatan ini. Selain itu, kami juga nelakukan kegiatan yang serupa dengan lokasi di perbatasan antar provinsi lain, termasuk Magelang dengan DIY," tutur Berti saat dikonfirmasi.

Adapun titik sasaran operasi PGOT menyebar di beberapa tempat, yaitu pertigaan Pakelan, Artos, Blondo, hingga Tanjung Mertoyudan. Selanjutnya, bagi yang terjaring akan menerima assesment atau pembinaan yang diberikan oleh pihak Dinsos Kabupaten Magelang. 

"Target kami saat ini adalah para pengemis, gelandangan, dan orang gila," tambah Berti.

Sedangkan Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum, Sungedi, menjelaskan, selain operasi gabungan, juga berwujud kegiatan insidentil yang merupakan laporan dari masyarakat.

"Yang terjaring dalam operasi kali ini sejumlah 17 orang, yang terdiri dari 13 anak jalanan, 2 pengamen, satu tuna wisma jompo, dan satu orang gila. Dari 13 anak jalanan yang terjaring, empat diantaranya juga pernah terjaring razia sebelumnya, sedangkan yang lainnya adalah wajah baru. Selanjutnya tergantung asasment dari Dinsos untuk direhabilitasi atau dikembalikan kepada pihak keluarga atau walinya," kata Sungedi.