Dewan Buat Pansus Selidiki Munculnya Anggaran Dancing Fountain
Peristiwa

Dewan Buat Pansus Selidiki Munculnya Anggaran Dancing Fountain

Magelang Selatan,(magelang.sorot.co)--Dukungan beberapa Anggota DPRD Kota Magelang untuk membentuk panitia khusus (Pansus) guna mengetahui dalang kemunculan anggaran proyek dancing fountain senilai sekitar Rp 4,7 milar dalam APBD 2017 digulirkan. Pembentukan pansus dilakukan pasca kemunculan anggaran dan pembangunan dancing fountain yang dianggap penuh kontroversi.

Wakil Ketua Komisi A, Hadiyono Nugroho mengaku sepakat dan mendukung adanya pembentukan pansus tersebut. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya pertanyaan masyarakat soal  kejelasan penganggaran proyek yang saat ini sedang dibidik Polres  Magelang Kota kepadanya di setiap saat.

"Banyak masyarakat tanya, saat reses maupun sengaja datang ke rumah. Intinya pertanyaannya ialah kok bisa anggaran yang sudah dicoret di Komisi C, yang membidangi masalah itu, kemudian katanya tidak dibahas di Banggar dan ujug-ujug bisa keluar di dokumen penetapan APBD 2017. Lha kalau tidak diperjelas duduk persoalannya di dewan dulu, kan repot," ucapnya Jumat (5/10/2018).

Menurutnya, cara ini merupakan bagian upaya untuk mengantisipasi adanya saling curiga dan saling menyalahkan diantara para wakil rakyat, gara-gara kasus tersebut hingga mengakibatkan kinerja dewan tidak sehat. 

"Bila memang sudah mendesak dan suasana saling curiga makin menguat, tidak ada salahnya kita buat pansus. Tentunya sepanjang sesuai mekanisme dan telah mendapat persetujuan, seperti yang diatur dalam tatib," terang politisi Gerindra itu.

Sebagaimana diketahui, kasus dancing fountain itu sendiri kini sedang ditangani oleh Polres Magelang Kota karena pembangunan proyek dancing fountain itu sendiri diduga menimbulkan kerugian negara. Bahkan, sebelumnya dalam menetapkan anggarannya sendiri diduga terjadi maladministrasi karena tidak sempat dibahas di Komisi dan Banggar.

"Karena sudah dicoret di komisi, ya kami tidak lagi membahasnya di Banggar. Tetapi kok tahu-tahu muncul di dokumen APBD 2017," ungkap Wakil Ketua Komisi C dan Anggota Banggar, Aktib Sundoko

Sementara itum Ketua Fraksi Hannas HIR Jatmiko sepakat untuk segera dibentuk pansus Dancing Fountaingate. Kewenangannya, untuk mengklarifikasi persoalan anggaran siluman tersebut dan mencari penyimpangan atau kesalahan administrasi, yang menyebabkan anggaran sudah dicoret bisa muncul kembali dan disahkan.

"Biar tidak simpang siur beritanya. Wong jelas-jelas proyek itu kemahalan,  dibanding proyek serupa di daerah Jateng dan DIY. Juga belum setahun sudah rusak dan harus diganti onderdilnya," tandas Jatmiko