Bawaslu Kabupaten Magelang Ajak Gerakan Pramuka Jadi Pengawas Partisipatif
Politik

Bawaslu Kabupaten Magelang Ajak Gerakan Pramuka Jadi Pengawas Partisipatif

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang, melaksanakan bimbingan teknis pengawasan partisipatif kepada masyarakat dan pramuka di Progosari, Srowol, Mungkid, Sabtu (6/10/2018). Kegiatan ini bertujuan untuk terciptanya Pemilu yang damai, bermartabat, dan berintegritas.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Habib Shaleh, menuturkan, Bawaslu Kabupaten Magelang melibatkan organisasi Pramuka dalam pengawasan partisipatif. Bawaslu menganggap salah satu lembaga atau institusi yang berperan sangat besar pada bidang pendidikan, salah satunya adalah pramuka.

Terkadang orang-orang sering lupa, bahwa pramuka adalah suatu gerakan yang sangat positif dalam mendidik generasi muda. Dan kami dari Bawaslu Kabupaten Magelang sendiri menginginkan gerakan pramuka itu tetap aktif,” ujar Habib.

Hak pilih atau kedaulatan rakyat itu ada di tangan rakyat, sehingga Bawaslu berharap anggota pramuka yang sudah tercerdaskan dan sudah memiliki hak pilih, dapat memiliki kemampuan untuk melakukan pengawasan pemilu. 

Diketahui, pada pemilu 2019 yang akan datang bakal diikuti oleh 16 partai dengan jumlah caleg di tingkat Kabupaten sebanyak 465 orang. Kemudian, caleg di tingkat DPR RI ada 107, DPD sebanyak 32 dan caleg di tingkat provinsi sebanyak 97 orang. Dalam pemilu 2019 mendatang juga akan diikuti dua pasangan calon Presiden dan wakil Presiden.

Jumlah tersebut memang sangat banyak. Kalau Pemilu ini dilakukan secara serentak, bisa dibayangkan maka di lingkungan kita akan penuh dengan APK,” papar Habib.

Terkait APK, pihaknya juga akan melakukan pengawasan secara ketat terkait pemasangan APK tersebut, sesuai dengan aturan yang berlaku. Bawaslu berharap, lingkungan tidak menjadi hutan APK dari para calon baik legislative maupun presiden dan wakil presiden. Masyarakat diminta untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan pemasangan APK dan melaporkan jika terdapat pelanggaran.

Sementara itu, Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, menuturkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi pemilu damai yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

Tentunya kegiatan ini juga sebagai upaya untuk merekrut agen-agen pengawas pemilu damai, salah satunya seperti gerakan pramuka ini. Karena dalam gerakan pramuka ini juga diajarkan mengenai cinta tanah air. Mereka juga belum terkontaminasi, karena besok merupakan kesempatan pertama bagi mereka untuk memilih, sebagai pemilih pemula,” tutur Aini.

Kita akan berikan 3 materi pemaparan hari ini, antara lain, pemaparan materi terkait pengenalan kelembagaan, pengenalan gerakan partisipatif, dan teknis melaporkan pada saat melihat terjadinya pelanggaran pada tahapan pemilu,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, beberapa anggota pramuka, BEM, santri, karang taruna, serta organisasi yang lainnya juga dilibatkan dalam memainkan wayang serangga yang dipimpin oleh dalang ternama dari wilayah Kabupaten Magelang, Sih Agung. Kegiatan juga diisi dengan flash Mop, di Jembatan Gantung Srowol membuat tulisan 'AWAS' sebagai komitmen bersama untuk menjadi pengawas partisipatif pada Pemilu 2019.