Peduli Bencana di Palu, Ratusan Siswa Lakukan Doa Bersama Dan Galang Dana
Sosial

Peduli Bencana di Palu, Ratusan Siswa Lakukan Doa Bersama Dan Galang Dana

Bandongan,(magelang.sorot.co)--Bencana alam berupa gempa bumi dan tsunami yang menimpa masyarakat Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah ternyata mengundang empati masyarakat dari seluruh Indonesia. Bahkan berbagai bentuk keprihatinan itu ditujukan dengan berbagai hal mulai dari doa bersama sampai dengan upaya penggalangan dana.

Seperti yang dilakukan oleh para siswa SMPN 2 Bandongan, Kabupaten Magelang yang melaksanakan sholat Gaib, doa bersama dan melakukan penggalangan dana di lingkungan sekolah.

"Kami meminta para peserta didik untuk menyisihkan sedikit uang jajan mereka untuk meringankan beban saudara kita yang sedang ditimpa musibah bencana tsunami dan gempa bumi di Sulawesi Tengah beberapa hari lalu, selain itu kita juga lakukan shalat Gaib dan doa bersama," Kepala SMPN 2 Bandongan, Badrun Munir, Sabtu (6/10/2018).

Menurutnya, kegiatan aksi sosial tersebut merupakan bagian upaya untuk membentuk karakter siswa, agar memiliki kepedulian pada sesama dan menanamkan rasa semangat gotong royong dan menolong warga yang sedang membutuhkan bantuan melalui kegiatan amal.

"Kegiatan ini akan terus dilakukan ketika ada kejadian kejadian di daerah lain, karena ini salah satu upaya pembentukan karakter warga masyarakat Indonesia yang cinta gotong royong untuk meringankan beban antar sesama," jelasnya.

Sementara itu Falakhul Wafa salah satu siswa kelas 9 mengaku senang ada kegiatan sosial dari sekolah untuk menyikapi bencana alam yang tengah melanda warga Sulawesi Tengah terutama di Palu dan Donggala.

"Senang bisa ikut meringankan beban korban bencana alam tsunami yang sampai sekarang belum ditemukan, selama ini kami tahu kejadian itu dari media," terang ketua OSIS tersebut.

Dirinya juga berharap duka di Palu dan Donggala segera teratasi dan korban segera ditemukan semua terutama bagi korban seusianya supaya bisa cepat kembali menuntut ilmu dan Pemerintah segera membangun sekolah sebagai fasilitas mereka untuk belajar.