Hubungan Rumah Tangga Pelaku Pembuang Bayi Sempat Tidak Harmonis
Hukum & Kriminal

Hubungan Rumah Tangga Pelaku Pembuang Bayi Sempat Tidak Harmonis

Bandongan,(magelang.sorot.co)--Kasus pembuangan bayi oleh orang tuanya yang berinisial NAN (21), warga Dusun Gemulung, Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, dari lantai 3 di pusat perbelanjaan Kota Magelang, begitu menyita perhatian. Informasi yang diperoleh, pelaku pembuangan memang sempat tidak harmonis dengan suaminya.

"Dari yang saya ketahui, yang bersangkutan ini memang sudah mempunyai suami. Di catatan desa sendiri, suaminya bernama Rosid, warga Dusun Bagongan, Desa Sukorejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, menikah tahun 2016," terang Kepala Desa Banyuwangi, M. Djahuri, mengatakan, sambil memperlihatkan salinan Kartu Keluarga (KK) milik pelaku, Minggu (7/10/2018).

Menurut Djahuri, kondisi pernikahan yang bersangkutan memang tidak terlalu harmonis. Namun demikian, tidak terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Warga juga tidak pernah melaporkan hal-hal terkait KDRT di rumah tangga yang bersangkutan. 

"Setahu saya, suami yang bersangkutan ini bekerja di luar kota dan jarang pulang. Sedangkan kehidupan bermasyarakat yang bersangkutan, juga bisa dibilang baik dengan tetangganya," ujar Djahuri.

Atas peristiwa itu, ujar Djahuri, warga setempat juga sempat kaget. Warga tidak menyangka NAN nekat membuang bayi yang baru dilahirkannya.

"Tentunya warga juga sempat kaget, karena berita tersebut sangat viral sekali. Warga ini antara kaget dan juga kasian terhadap yang bersangkutan, karena selama ini komunikasi warga dengan yang bersangkutan juga sangat baik. Hingga saat ini pun, menjadi tanda tanya besar bagi warga kenapa yang bersangkutan tega membuang bayinya," tutur Djahuri.

Djahuri mengaku, kurang lebih satu bulan yang lalu, yang bersangkutan juga pernah mengajukan permohonan cerai di P3M. Namun entah mengapa, tiba-tiba yang bersangkutan mencabut permohonan cerainya.

"Jadi yang bersangkutan ini setahu saya pernah mengajukan permohonan cerai. Namun baru proses dua kali, tiba-tiba yang bersangkutan membatalkannya tanpa keterangan dan alasan apapun," terang Djahuri.

Terkait kasus tersebut, Djahuri mengatakan bahwa, pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Magelang pun juga telah berkoordinasi menemui sekretaris desa setempat, untuk melakukan pendampingan kepada yang bersangkutan.

"Beberapa hari yang lalu, Dinsos Magelang juga sudah kemarin. Namun ditemui oleh Pak Carik, terkait pendampingan kepada yang bersangkutan, dalam melakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian," terang Djahuri.

Djahuri sendiri, mengatakan akan siap membantu yang bersangkutan dalam mengurus akte kelahiran. Namun demikian, pihaknya juga merasa kerepotan karena pada saat ini yang bersangkutan masih menjalani proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

"Tentunya kami dari pihak desa sendiri akan membantu kelancaran proses pembuatan akte kelahiran bagi bayi yang bersangkutan. Namun, masalahnya saat ini yang bersangkutan masih menjalani proses pemeriksaan," pungkas Djahuri.