Pemkot Anggarkan Pembongkaran Rumah Liar, Tapi Warga Mengaku Kecewa
Peristiwa

Pemkot Anggarkan Pembongkaran Rumah Liar, Tapi Warga Mengaku Kecewa

Magelang Selatan,(magelang.sorot.co)--Pemerintah Kota Magelang melalui Satpol PP Kota Magelang mengaku telang menganggarkan biaya pembongkaran rumah liar yang berada di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Magelang. Namun, anggaran tersebut tidak diberikan kepada warga penghuni rumah liar itu secara cuma-cuma, melainkan diserahkan kepada pihak ketiga.

"Sebetulnya anggaran untuk pembongkaran itu ada, dan untuk pembongkaran sendiri kami serahkan kepada pihak ketiga," kata Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana, Selasa (9/10/2018).

Dirinya juga menyampaikan bahwa untuk pengosongan dan pembongkaran merupakan tanggung jawab Satpol PP Kota Magelang. Saat ini dirinya memeng sedang fokus untuk melakukan pengosongan secara humanis. 

"Sedangkan untuk pembongkaran kami masih menunggu pihak ketiga, namun saat ini warga sendiri telah melakukan pembongkaran sendiri-sendiri. Tapi untuk pembongkaran yang kami pihak ketigakan tetap akan kami lakukan karena masih ada beberapa bangunan yang masih belum dibongkar, seperti musala dan rumah-rumah tembok," jelasnya.

Kasi Pengendalian Tibum dan Tranmas Satpol PP Kota Magelang, Purwadi juga menambahkan jika untuk melakukan pembongkaran rumah liar tersebut pihaknya akan menggunakan alat berat.

"Nantinya akan kita ratakan dengan alat berat, untuk saat ini telah dikosongkan. Selama pengosongan kami juga mengerahkan anggota kami untuk membantu mengangkut barang-barang mereka secara suka rela," jelasnya.

Sedangkan untuk pembongkaran rumah-rumah liar itu, pihaknya mengaku masih belum bisa menentukan waktunya. Sebab ada beberapa kendala teknis yang dihadapi.

"Untuk sementara ini memang belum kami lakukan pembongkaran karena disitu kan masih banyak terdapat saluran listrik yang aktif sehingga berbahaya jika kita lakukan pembongkaran saat ini. Maka dari itu akan kita laksanakan secara bertahap," jelasnya.

Sementara itu beberapa warga mengaku kecewa dengan kebijakan pemerintah yang tidak memberikan kompensasi sasi apapun dari pemerintah.

"Sedih sekali rasanya mas, kita sama sekali tidak mendapatkan kompensasi atau uang bongkar rumah. Kita rasanya urip-uripan, nelongso sekali mas, seolah-olah kita diusir seperti hewan, malah lebih parah dari hewan karena hewan saja dicarikan tempat tapi kalau kita tidak," ungkap Totok (57) salah satu warga yang digusur.

Pria yang juga beternak ayam tersebut mengaku harus membayar tenaga orang untuk membongkar seluruh rumah dan kandangnya.

"Satpol PP juga membantu, tapi hanya membantu mengangkut saja. Sedangkan untuk membongkar saya harus sewa tenaga," imbuhnya.

 

"0" cellpadding=
"0">