Ada Tiga Titik Pelanggaran Bangunan di Sempadan Sungai Elo
Peristiwa

Ada Tiga Titik Pelanggaran Bangunan di Sempadan Sungai Elo

Magelang Selatan,(magelang.sorot.co)--Pemerintah Kota Magelang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang telah mengidentifikasi adanya beberapa bangunan di sempadan sungai Elo yang dapat mengakibatkan bencana alam. Untuk mengantisipasi hal tersebut pemerintah Kota Magelang pun melakukan sosialisasi penertiban pemanfaatan ruang untuk pelanggaran pemanfaatan ruang di sempadan sungai elo kepada sejumlah masyarakat, di Aula Kantor Kecamatan Magelang Selatan, Rabu (10/10).

Kepala DPUPR Kota Magelang, Yonas Nusantrawan Bolla mengaku saat ini pihaknya telah mengidentifikasi adanya pelanggaran bangunan yang berada tiga titik di sempadan sungai elo. Tiga titik tersebut yakni dua di Kelurahan Tidar Selatan dan satu Kelurahan Wates.

"Pelanggaran ini akan berdampak menimbulkan bencana alam. Apa lagi jika sungai meluap, yang kena dampak pertama adalah bangunan yang ada di sempadan tersebut, maka dari itu kita harus berhati-hati," ucapnya disela-sela sosialisasi.

Yonas juga menyampaikan jika pelanggaran itu berupa berdirinya bangunan pabrik dan bangunan rumah di tiga titik di sempadan sungai Elo.

"Sesuai aturan, bangunan harus berjarak minimal 10 meter dari bibir sungai. Dan nantinya bagaimana kedepannya saat ini masih kita kaji untuk tindak lanjutnya, apakah akan ada rekayasa atau bagaimana," jelasnya.

Pihaknya juga mengaku akan berupaya mencarikan solusi terkait masalah yang dapat mengakibatkan bencana alam terbesar.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait, rekayasanya nanti apakah dalam bentuk relokasi atau bagaimana. Kami akan mohon anggaran ke pusat untuk penggantian bangunan dan lainnya, sehingga masyarakat juga tidak dirugikan," janjinya.

Sementara itu, Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang Kementrian Agraria dan Tata Ruang, Suryaman Kardiyat juga mengatakan jika daerah pemukiman juga termasuk daerah yang rawan bencana jika bangunan-bangunan berdiri tidak sesuai dengan tata ruang semestinya.

"Daerah pemukiman, kawasan niaga, kawasan industri tetap harus memperhatikan mitigasi bencana. Ada aturan tata ruang yang harus dipatuhi, ada bangunan yang boleh, ada yang dilarang, ada yang bersyarat, ada juga yang diijinkan tapi terbatas," ungkapnya.