Korupsi Pencairan Kredit KUR Bank BRI, Dua Tersangka Terancam Bui 20 Tahun
Hukum & Kriminal

Korupsi Pencairan Kredit KUR Bank BRI, Dua Tersangka Terancam Bui 20 Tahun

Magelang Tengah ,(magelang.sorot.co)--Jajaran Polres Magelang Kota kembali memecahkan kasus korupsi pengajuan dan kredit KUR Bank BRI yang tanpa melalui prosedur yang sesuai. Kasus yang melibatkan dua tersangka yakni Masduki Zen (35) warga Dusun Digul, Desa Pirikan Kecamatan, Secang Kabupaten Magelang dan Handrianus Hendhi Widya Hartsanto (29) seorang mantri bang BRI warga Gupit Kadirojo RT 04 RW 01 Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang tersebut menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 229 juta.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan melalui Kasat Reskrim, AKP Rinto Sutopo menyampaikan jika kedua tersangka tersebut bekerja sama melakukan tindakan korupsi dengan modus meminjamkan uang ke bank dengan menggunakan syarat dan proses peminjaman tidak sesuai dengan prosedur.

"Jadi tersangka Masduki ini meminjam uang di bank dengan menggunakan nama sejumlah warga, dan dirinya yang bersedia bertanggung jawab untuk mengangsur cicilan bank," ungkap Rinto saat jumpa pers di Mapolres Magelang Kota, Kamis (11/10/2018).

Selain itu prosedur yang dilakukan juga tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku, karena proses peminjaman yang dilakukan melalui Hendhi selaku mantri tidak sesuai prosedur peminjaman.

"Jadi setelah tersangka Masduki mencari 11 nasabah yang kemudian namanya digunakan untuk meminjam uang ke bank melalui Hendhi dengan menggunakan data-data fiktif," ucapnya.

Setelah mendapatkan pinjaman, tersangka Masduki enggan mengangsur cicilan sehingga menimbulkan kredit macet.

"Setelah kami mendapatkan informasi adanya kredit macet maka kami segera melakukan penyelidikan serta mengembangkan kasus ini," jelasnya.

Dikatakan lebih lanjut, dari hasil penyelidikan pihaknya tidak menemukan adanya usaha yang dilakukan oleh 11 orang nasabah yang digunakan namanya tersebut.

"Jadi ternyata tidak ada nasabah yang memiliki usaha. Dan ketika kami tanya para nasabah itu memang mengakui jika namanya digunakan untuk meminjam uang di bank dan tersangka mengaku kepada mereka bersedia mengangsur namun kenyataannya kredit macet," bebernya.

Para tersangka sendiri akan dijerat dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 64 KUHP Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar untuk tersangka Masduki. Sedangkan untuk tersangka Hendhi dijerat dengan UU UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 64 KUHP Jo pasal 55 KUHP Jo pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar.