Gasak Uang Rp 810 Juta, Komplotan Pelaku Pecah Kaca Mobil Ditangkap Polisi
Hukum & Kriminal

Gasak Uang Rp 810 Juta, Komplotan Pelaku Pecah Kaca Mobil Ditangkap Polisi

Mungkid,(magelang.sorot.co)--Sat Reskrim Polres Magelang mengamankan 5 Pelaku tindak pemecahan kaca mobil yang terjadi pada 10 Oktober 2018, sekitar pukul 22.00 WIB, di jalan Temanggung-Secang, lebih tepatnya di depan gapura masuk Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Akibat pencurian itu, Nurokhman (44) warga Dusun Krajan, Desa Krajan, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung menderita kerugian hingga ratusan juta.

Kronologi pencurian terjadi saat korban sedang makan malam Rumah Makan Pecel Lele Sami Mampir. Pelaku RH (34) dan MH (37) warga Desa Toweka, Kecamatan Tuwelu, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, melancarkan aksinya dengan memecah kaca mobil bagian belakang dengan menggunakan obeng. Setelah kaca pecah, pelaku mengambil uang Rp 810 juta yang berada di dalam mobil.

Usai menerima laporan pencurian, polisi melakukan penyelidikan kasus. Dari keterangan saksi dan rekaman CCTV di lokasi kejadian, polisi akhirnya menangkap lima orang tersangka 12 hari setelah kejadian. RH dan MH selaku eksekutor ditangkap serta dua orang perempuan TNR (31) warga Kampung Dupak Bangunsari, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, dan DS (37) warga perumahan Canggu Permai, Mojokerto, Provinsi Jawa Timur yang diduga sebagai penadah, di daerah Surabaya. Adapun penadah yang lain, JEW (23), warga Desa Sopi Majiko, Kecamatan Morotaijaya, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara diamankan di wialayah Yogyakarta.

"Sebetulnya ada dua tersangka lagi yang terlibat dalam kasus ini. Namun yang dua lagi diamankan di Polres Magelang Kota, karena ada TKP lain yang berada di wilayah hukum Polres Magelang Kota, yakni di daerah Karet," terang Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, dalam rilisnya, Rabu (31/10/2018).

Hari, mengatakan, para tersangka ini tidak hanya melakukan aksinya di wilayah Kabupaten Magelang saja, melainkan di sejumlah wilayah kota lainnya, diantaranya di wilayah Purworejo. 

Adapun sejumlah barang bukti yang telah berhasil diamankan antara lain, 1 unit speda motor jenis Yamaha Vixion warna hitam bernopol L 3004 BC, uang tunai sejumlah Rp 279.200.000 sisa hasil kejahatan, serta 3 buah kartu ATM yang masing-masing berisi sejumlah uang hasil dari kejahatan yang ditabung.

Untuk Pasal yang kita terapkan kepada para pelaku bagi para eksekutor, akan diterapkan dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Kemudian bagi para penadah, akan diterapkan dengan Pasal 480 dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkas Hari.