Sudah Rusak, Sodetan Jalan Depan Artos Diduga Tak Sesuai Spek
Peristiwa

Sudah Rusak, Sodetan Jalan Depan Artos Diduga Tak Sesuai Spek

Magelang Selatan,(magelang.sorot.co)--Belum lama dirasmikan, sodetan Jalan Sarwo Edhi Wibowo Kota Magelang mengalami kerusakan. Kondisi jalan pintas menuju Kota Magelang dari arah Jogja dan Purworejo tersebut terlihat ambles dengan panjang sekitar 20 meter, sedangkan bagian tengah terlihat lebih parah dengan membentuk lubang cukup dalam yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Melihat kondisi tersebut Anggota DPRD Kota Magelang, Muh Haryadi pun angkat bicara. Dirinya menganggap Pemerintah terlalu ceroboh dan terburu-buru untuk meresmikan jalan yang pembiayanya melalui dua tahun anggaran itu yakni APBD 2017 dan APBD 2018.

Sebagaimana diketahui penandatanganan Surat Perintah Kerja (SPK) tahap kedua sendiri dilakukan pada 31 Januari 2018 dan waktu penyelesaian pekerjaan 180 hari, namun pada tanggal 17 Mei 2018, proyek jalan yang diharapkan dapat mengurai kemacetan itu sudah diresmikan oleh Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito.

"Jika jalan itu tidak buru-buru diresmikan, bisa jadi tidak gampang ambles seperti sekarang ini. Karena proyek harusnya dilaksanakan enam bulan, tetapi baru 3,5 bulan sudah diresmikan dan digunakan," ucap Haryadi, Rabu (31/10/2018).

Pria yang duduk di Komisi C DPRD Kota Magelang itupun menduga ada spesifikasi yang tidak terpenuhi saat pengerjaan proyek, sehingga mengakibatkan jalan yang belum lama dibangun itu rusak.

"Kalau sesuai spek, tentunya tidak gampang turun permukaan jalan yang berhubungan dengan saluran air itu. Harusnya LPA dan LPB, tetapi bisa saja yang dipasang hanya urugan berupa bantak," ujarnya.

Dirinya pun meminta agar jalan sodetan yang berada di depan Artos Mal tersebut segera diperbaiki.

"Tolong segera diperbaiki agar tidak membahayakan masyarakat," harapnya.

Sementara itu Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Magelang, Santosa Endra Gunawan pun membenarkan kondisi tersebut. Pihaknya mengaku telah meminta rekanan, yakni PT Baja Persada untuk segera melakukan perbaikan, karena masih dalam tahap pemeliharaan yang menjadi tanggung jawab rekanan.

"Kontrak kerjanya selesai tanggal 26 Juli 2018. Sedangkan masa pemeliharaannya sendiri selama enam bulan, yakni akhir Januari 2019 nanti," jelasnya.