Masalah Dancing Fountain, Polisi Mengaku Masih Fokus di Hilir
Hukum & Kriminal

Masalah Dancing Fountain, Polisi Mengaku Masih Fokus di Hilir

Magelang Tengah,(magelang.sorot.co)--Kepolisian Resor Magelang tetap akan mengusut dugaan kerugian negara dalam proyek air mancur yang nilainya hampir Rp 5 miliar melalui APBD 2017. Sebagaimana diketahui dorongan untuk mengusut kasus tersebut selalu muncul dari berbagai pihak salah satunya dari kalangan para mahasiswa.

"Saat ini kita masih fokus kasusnya di hilir. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mengusut yang di hulu.  Yang jelas, proyek ini di hilir ada masalah," ucap Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan, Senin (06/11/2018).

Ditanya tentang proses pengusutan dalam pembangunannya, Kristanto mengaku masih terus melakukan upaya-upaya sesuai dengan prosedur.

"Pasti tetap jalanlah. Sabar ya. Kita sudah ajukan permohonan kepada pimpinan PNS yang terlibat kasus ini kok. Untuk dimintai keterangan secara resmi," ujarnya.

Kalangan mahasiswa melihat hal ini bukan sekedar masalah yang penyalahgunaan anggaran saja, namun mahasiswa melihat ada unsur penipuan yang dilakukan oleh oknum anggota dewan. Karena berdasarkan laporan hasil rapat kerja Komisi C DPRD Kota Magelang tanggal 3-7 November 2016, jelas-jelas anggaran tersebut telah dicoret namun anggaran tersebut disahkan di paripurna.

"Kalau di Komisi sudah dicoret, kemudian di banggar (badan anggaran) tidak dibahas, dan tiba-tiba muncul di APBD Penetapan,  tentunya ada yang mendesain. Ada yang memunculkan lagi dan ada yang berkepentingan. Mereka yang berkepentingan itu jelas punya tujuan terselubung. Dan tentu ada dalangnya.  Polisi harus mengusutnya," ucap Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Magelang, Irfi Maslachatul Ummah.

Terpisah, Stin Sahyuhtri, Anggota Banggar DPRD Kota Magelang dari Fraksi PDI Perjuangan, membenarkan soal tidak lagi dibahasnya lagi anggaran dancing fountain di badannya. Hal tersebut tidak lepas dari mekanisme dan kesepakatan, bahwa anggaran yang sudah ditolak di komisi, secara otomatis tidak lagi boleh diusulkan pembahasannya di Banggar.

"Banggar tidak pernah membahas anggaran dancing fountain.  Karena setahu saya, anggaran tersebut sudah ditolak di Komisi C," jelasnya.